PEKANBARU, datariau.com - Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Jumat (14/11/2014) pagi meninjau lokasi kebakaran di SMA Negeri 3 Pekanbaru yang hangus terbakar meludeskan 40 ruang kelas yang terletak di Jalan Yos Sudarso Rumbai. Kepala SMAN 3 Dra Hj Ermiwati, mencucurkan air mata saat bercerita kepada Anggota DPRD.
Kunjungan ini dilakukan Komisi III DPRD Kota Pekanbaru yang baru terbentuk kemarin Kamis sore. Dipimpin Ketua Komisi III Ir Nofrizal MM, didampingi Sekretaris komisi Aidil Amri dan beberapa orang anggota Komisi III. Sesampainya di lokasi, anggota DPRD langsung mendengarkan curhatan Kepala SMAN 3 Dra Hj Ermiwati yang meneteskan air mata.
Dikisahkan Ermiwati yang tengah mengungsi bertugas di ruang sementara SMPN 6 Pekanbaru, bahwa lebih 900 siswanya harus pindah belajar dengan cara menumpang ke sekolah tetangga.
"Diperburuk lagi dengan akan masuknya ujian sekolah yang akan berlangsung pada 8 Desember 2014. Saya akan terus berusaha bagaimana anak-anak tetap bisa belajar dan tidak ketinggalan pelajaran pak," kata Ermiwati kepada Komisi III.
Menurut Ermiwati, meski situasi dalam dilanda musibah, namun hatinay tetap bangga kepada pelajar yang tetap bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
"Ujian tinggal hitungan minggu, lapor dan bahan belajar semua habis terbakar," keluhnya lagi.
Namun begitu, Ermiwati sadar bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran buat semua untuk lebih waspada. "Memang tidak ada yang mesti kita keluhkan saat ini, yang harus kita lakukan sekarang bagaimana anak-anak didik kita bisa mendapatkan pelajaran dengan maksimal," ungkapnya.
Menyikapi hasil kunjungan Komisi III ini, Sekretaris Komisi III Aidil Amri, mengaku prihatin dengan kondisi kebakaran yang terjadi di SMAN 3 Pekanbaru. Pasalnya, dengan kondisi yang terjadi proses belajar mengajar jadi terganggu apalagi anak-anak akan ujian.
"Kita berharap proses belajar mengajar cepat berjalan dan Komsi III segera mencarikan solusi agar di SMAN 3 proses belajarnya tetap berjalan maksimal," harap Aidil.
Dalam mencarikan solusi, Aidil mengaku Komisi III telah melakukan komunikasi dengan pihak Chevron untuk dapat membantu permasalah yang terjadi. "Sore ini Cevron mendatangkan meubeler agar proses belajar mengajar di tak terganggu," ungkap Aidil Amri.
Sementara itu untuk pembangunan, Aidil akan membicarakan persoalan agar cepat dilakukan. "Dalam waktu dekat ini kita akan segera mengundang pihak Chevron, Kepala SMAN 3 untuk mencarikan solusi lebih lanjut mulai dari pembangunan hingga meubeler yang dibutuhkan siswa," ungkap Aidil singkat. (rik)