Kebangkan Pertanian di Pekanbaru, Anggota DPRD Ini Rela Gajinya Dipotong Untuk beli Pupuk

1.504 view
Kebangkan Pertanian di Pekanbaru, Anggota DPRD Ini Rela Gajinya Dipotong Untuk beli Pupuk
Ilustrasi pertanian.
PEKANBARU, datariau.com - Tidak stabilnya harga kebutuhan pokok di Kota Pekanbaru ternyata bisa diatasi dengan memaksimalkan petani lokal yang ada. Namun, dalam pengembangan petani ini belum ada perhatian serius pemerintah, sehingga salah seorang Anggota DPRD Kota Pekanbaru berinisiatif untuk membantu dengan menyumbangkan gajinya untuk membeli pupuk bagi petani lokal.

"Saya siap subsidi dan bantu petani. Karena kita lihat banyak petani-petani kesulitan dalam memperoleh pupuk khususnya yang berada di pinggiran seperti Tenayan Raya. Rata-rata keluhan petani ini adalah mahalnya harga pupuk," ungkap Heri, saat ditemui datariau.com, di ruang kerjanya.

Menurut Politisi Demokrat ini, petani yang ada di Kota Pekanbaru saat ini butuh perhatian khusus. Dengan demikian, persoalan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tak akan lagi kurang. Maka pemerintah harus memperhatikan petani lokal dalam mendapatkan kebutuhan pertanian.

"Saya siap gaji saya dipotong Rp1 juta per bulan untuk membeli pupuk bagi petani," tukasnya.

Hal tersebut dilontarkan Heri untuk menyikapi banyaknya petani yang berada di daerah pinggiran yang memerlukan perhatian khusus. Berdasarkan keluhan yang diterimanya dari beberapa petani pinggiran, pupuk yang dibeli Rp165 ribu per karungnya membuat ruang gerak petani terbatas. Untuk itu, Heri yang fokus membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ini siap turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi yang dikeluhkan selama ini.

"Sekarang ini kita lihat, Pekanbaru hanya jadi penonton bagi provinsi tetangga. Kebutuhan-kebutuhan pokok masih berharap ke provinsi tetangga. Tidak ada salahnya ini jadi catatan kita juga bagaimana perhatian lebih difokuskan bagi petani kita saat ini," terangnya.

Heri menambahkan, bahwa petani yang ada di daerah pinggiran Kota Pekanbaru perlu diberikan pelatihan, bagaimana mengembangkan budidaya bercocok tanam yang benar.

"Kalau petani ini dilatih, tentu ada kemandirian di sini. Kita berharap dinas terkait fokus membantu. Pekanbaru ini masih kekurangan. Kita punya lahan, punya anggaran, apa salahnya petani dibina. Semoga ini jadi perhatian kita bersama," pungkasnya. (rik)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)