PEKANBARU, datariau.com - Kalangan anggota DPRD Kota Pekanbaru meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat untuk segera menggelar pasar murah dua pekan menjelang Ramadhan 1436 H karena harga bahan pokok merangkak naik.
"Melihat kondisi sekarang ini, pemerintah tidak bisa tinggal diam. Pihak terkait (Disperindag) harus mencari solusi seperti menggelar operasi pasar atau mengadakan pasar murah bagi masyarakat," papar anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Darnil, kemarin.
Dia mengatakan, melonjaknya harga beberapa kebutuhan bahan pokok sembako mencapai 10 sampai 15 persen telah mulai menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat dalam menghadapi bulan suci Ramadhan.
Untuk itu, Disperindag Kota Pekanbaru bersama distributor harus meredam lonjakan harga kebutuhan pokok dengan melakukan beberapa langkah antisipasi termasuk mengawasi pasokan bahan pokok dari provinsi tetangga Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
"Tidak bisa dipungkiri, kondisi seperti ini terjadi hampir setiap tahun jelang Ramadhan hingga Lebaran. Bukan hanya di Pekanbaru, tetapi hampir seluruh wilayah di Indonesia. Pastinya instansi terkait harus mencarikan solusi," ucapnya.
Yurni, anggota DPRD Kota Pekanbaru menambahkan Disperindag harus turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi ke pasar tradisional atau distributor dan melakukan pengecekan stok bahan pokok.
Selain itu sidak juga bertujuan untuk memantau pelaku usaha yang melakukan aksi penimbunan barang demi meraih keuntungan dengan cara yang salah. "Disperindag harus segera ambil tindakan yakni turun ke lapangan. Pastikan harga sembako stabil atau paling tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan. Jangan sampai memberatkan masyarakat dan pastikan ketersediaan sembako pada saat Ramadhan terpenuhi," katanya.
Berbagai kebutuhan bahan pokok mulai merangkak naik pada sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dua pekan menjelang datangnya bulan puasa Ramadhan 1436 Hijriah tahun ini seperti beras dan gula pasir.
"Untuk beras dengan kualitas sedang naik sebesar Rp500 dari sebelumnya Rp10.500 menjadi Rp11.000 perkilogram. Kalau gula pasir dari sebelumnya Rp12.000 ribu perkilogram menjadi Rp12.500," papar pedangang Pasar Kodim, Ucok.
Sedangkan harga minyak goreng curah rata-rata naik dengan kisaran Rp500 hingga Rp1.000 perkilogram atau dari Rp10.000 menjadi Rp10.500 hingga Rp11.000 perkilogram.
Tepung terigu naik Rp500 perkilogram atau dari Rp5.500 menjadi Rp.6.000 perkilogram, sementara harga telor ayam ras terus melambung dari harga awal Rp33.000 perpapan atau 30 butir sekarang telah menembus ke harga Rp36.000 perpapan.
"Kalau penyebabnya, jangan ditanya lagilah. Tenggoklah kondisi ekonomi kita (Indonesia) saat ini belum stabil dengan harga BBM (bahan bakar minyak) turun naik. Kalau sudah minyak naik, maka akan berpengaruh terhadap semua aspek terutama buat harga kebutuhan pokok," katanya. (rik)