PEKANBARU, datariau.com - Persoalan sampah di Kota Pekanbaru seolah tak ada habisnya. Di beberapa titik jalan masih ditemukan sampah yang menumpuk karena lama diangkat.
Seperti di Jalan Tuanku Tambusai/Nangka Pekanbaru, karena tidak memiliki tempat pembuangan sementara (TPS) sehingga merusak pemandangan karena sampah menumpuk di pinggir jalan dan merusak pemandangan.
Menurut keterangan warga sekitar, hampir di sepanjang jalan Nangka ini penuh dengan sampah yang menumpuk dan petugas kebersihan sangat lamban mengangkut sampah tersebut.
"Kalau saya pribadi melihat, sayang betul tidak ada TPS di sepanjang jalan ini. Area ini kan area perkotaan yang banyak dikunjungi banyak orang. Sudah tinggi matahari, sampah belum juga diangkut," kata Herman, Senin (9/11/2015).
Disampaikan Herman, biasanya petugas mengambil sampah antara pukul 10.00-11.00 WIB. Praktis hal ini sangat menggangu aktivitas yang ada di area jalan Tuanku Tambusai yang padat lalu lintas.
"Kalau bisa kan pagi-pagi sekali diangkut oleh petugas sehingga kami yang juga punya aktivitas di sini tidak terganggu dengan bau sampahnya. Kemudian warga buanglah sampah sebelum petugas pengangkut datang," pungkasnya.
Menanggapi ini, Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Zulfan Hafiz ST mengatakan, memang dalam APBD perubahan pengelolaan sampah termasuk dalam multiyears yang akan dikelola pihak ketiga. Meski sejatinya pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru belum dikerjakan oleh pihak swasta.
"Sebelum dikelola oleh pihak ketiga, persoalan sampah masih dalam tanggung jawab pemerintah," ujar Zulfan.
Menurut Zulfan, dalam hal ini pemerintah harus punya regulasi atau sistem yang mengatur bagaimana proses pengangkutan dan bagaimana masyarakat membuang sampahnya.
"Kalau sebelum pemerintahan sekarang, itu kan jam 7 pagi ke atas, sampah tidak boleh dibuang di pinggir jalan. Nah, artinya masyarakat harus siap pagi-pagi sekali, nanti petugas kebersihan akan ada yang mengangkut sampah itu," bebernya.
Lebih jauh dikatakan Zulfan, jika sampai siang sampah yang ada di pinggir jalan itu belum ada yang mengangkutnya, kemungkinan ada kendala komunikasi atau apakah memang aturan itu tidak dipakai lagi oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru.
"Makanya, kami menyarankan kepada pemerintah mengangkut sampah tepat waktu sesuai dengan jadwal dan jamnya," kata Zulfan lagi.
Ditambahkannya, bahwa Kota Pekanbaru telah meraih Adipura selama tujuh kali berturut-turut. "Jangan nanti pas ada penilaian Adipura, baru sibuk bersih-bersih. Kan itu tidak baik. Kalau bisa kebersihan itu dilakukan bertahap dan diperhatikan setiap saat dengan cara mengangkut sampah tepat pada waktunya," tutup Zulfan. (zdr)