Ruang Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru Dimasuki Maling, Rp8 Juta Raib

datariau.com
1.030 view
Ruang Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru Dimasuki Maling, Rp8 Juta Raib
Laci tempat penyimpanan uang fraksi Golkar yang dibobol maling.

PEKANBARU, datariau.com - Peristiwa mengejutkan terjadi di gedung DPRD Kota Pekanbaru. Maling bisa beraksi di gedung yang pengamanannya super ketat tersebut.

Ruang fraksi Golkar yang berada di lantai I ini tidak mudah untuk memasukinya. Ada beberapa kali pemeriksaan, mulai pintu masuk gedung menggunakan pintu palang otomatis dan dijaga ketat beberapa security di pos, kemudian di lobi akan diperiksa oleh security, kemudian naik menggunakan lift atau juga tangga ke lantai I akan diperiksa lagi oleh security di lantai tersebut.

Karena ruang khusus fraksi dan rapat komisi di lantai I itu juga tidak semua orang sembarangan masuk, di pintu gerbang menggunakan pintu sistem sensor sidik jari. Selain itu, setiap sudut gedung ini diawasi CCTV.

Maka informasi adanya maling masuk ke ruang fraksi Golkar yang berdampingan dengan ruang Fraksi PAN dan Hanura serta berhadapan dengan ruang Fraksi Demokrat ini, membuat heboh semua penghuni dan pengunjung gedung rakyat tersebut.

Ruang fraksi Golkar diacak-acak maling dan uang tunai yang tersimpan di laci meja staf fraksi Rp 8 juta berhasil dibawa kabur.

Kejadian itu baru diketahui saat Staf Fraksi Golkar, Saherly, pada Selasa 12 Juli 2016, sekitar pukul 08.00 wib kemarin melihat ganggang laci meja miliknya telah dirusak.

"Uang itu saya simpan di laci tanggal 1 Juli 2016. Ketahuan hilang saat saya mau masuk ke ruangan usai libur lebaran dan kebetulan mau melakukan penyetoran uang ke Bank pada 12 Juli 2016 kemarin," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (13/7/2016).

Saherly juga menyebutkan, bahwa setiap akan pulang semua pintu baik yang ada di ruang dalam maupun pintu luar selalu dikunci dengan rapat. "Yang tersisa cuma 100 ribu di laci atas ditinggalkan sama malingnya bang. Uang kecil-kecil pun dibawa kabur semua. Polisi semalam sudah datang olah TKP," terangnya.

Merasa dirugikan, Saherly membuat laporan di Polsek Pekanbaru Kota pada Selasa 12 Juli 2016 sekira pukul 10.00 wib. Hal itu ditandai dengan surat bernomor STTL/47/VII/K/2016/RIAU/RESTA PKU/SEK PBR KOTA.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amriel SH mengungkapkan kekecewaannya terhadap pembobolan di ruang fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru.

Menurutnya, kejadian itu jelas karena lalainya perangkat-perangkat yang ada di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru.

"Tidak hanya security, kan ada penanggungjawab di sini. Kabag Umum, Kasubag, Sekwan harus bertanggungjawab. Masa kita bisa kehilangan di tengah-tengah kantor yang dijaga ketat, ada pintu akses hanya bisa dimasuki oleh sidik jari yang terdaftar dan ada CCTV. Apa CCTV hanya jadi tontonan saja," ucapnya kesal.

Dia meminta agar semua sistem kedepan harus diperketat. Kejadian ini jelas merupakan sebuah kelalaian dan lemahnya pengawasan di tubuh sekretariat yang ada di DPRD Kota Pekanbaru.

"Kita sudah minta staf fraksi lapor polisi kemarin. Dan polisi sudah datang kemarin. Kita minta kejadian ini jangan sampai terjadi lagi. Kalau dibiarkan, maka akan terulang lagi kejadian serupa bahkan kita khawatir lebih besar lagi. Kita punya brankas dan dokumen rahasia di sini, perangkat elektronik terkini, kalau tidak diurus maksimal oleh sekretariat tentu akan hilang," cetusnya.

Penulis
: Putra
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)