Mulyadi: Cabut Izin Pangkalan Elpiji yang Membuat Susah Masyarakat

datariau.com
1.921 view
Mulyadi: Cabut Izin Pangkalan Elpiji yang Membuat Susah Masyarakat
Riki
Tumpukan elpiji subsidi dijual di salah satu warung Jalan Suka Karya Ujung, posisi warung dengan pangkalan elpiji di daerah itu hanya 6 pintu ruko, bersebelahan. Foto diambil pada Sabtu sore (9/12/2017).

PEKANBARU, datariau.com - Indikasi adanya pangkalan yang menjual elpiji subsidi secara curang semakin nyata adanya. DPRD Pekanbaru minta dinas terkait jangan berdiam dengan kondisi ini, karena warga sudah sengsara.

 

"Kasat mata saja kita mudah temui kejanggalan, di pangkalan gas kosong, di warung sebelah menumpuk, apa-apaan seperti ini, kenapa tidak ditindak, ada apa dengan dinas di kota ini kok membiarkan yang seperti ini," kata Anggota DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi kepada datariau.com, Ahad (10/12/2017).

 

Dikatakan Politisi PKS ini, dinas terkait harus menindak warung-warung yang menjual elpiji subsidi dengan harga tinggi, disita barang bukti dan ditelusuri bagaimana cara pemilik warung mendapatkan elpiji subsidi sebanyak itu. Di pangkalan gas kosong, di pengecer warung-warung bahkan bengkel ada tumpukkan gas berisi penuh dengan harga selangit mencapai Rp40 ribu.

 

"Saya yakin ini permainan, bisa saja pemilik pangkalan menitipkan puluhan tabung elpiji subsidi di warung-warung untuk dijual tiga kali lipat dari harga normal, aksi seperti inilah yang menyengsarakan masyarakat, ini harus diungkap," sebut Mulyadi.

 

Dengan cara menyita barang bukti elpiji subsidi dari kedai-kedai yang tidak memiliki izin menjual elpiji, maka langkah ini akan membuka tabir siapa selama ini bermain dan akan ada efek jera, warung tak akan lagi berminat jualan elpiji tanpa izin, sehingga elpiji di pangkalan tak ada yang borong.

 

Termasuk rumah makan dan usaha makanan lainnya yang menggunakan elpiji subsidi, sita barang bukti kemudian lakukan pembinaan. "Kalau gak tegas mau sampai kapan rakyat dibuat menderita begini, sudahlah listrik mahal, kebutuhan sehari-hari mahal, tambah pula elpiji mahal, penzoliman macam apa ini gak ada nampak langkah tegas menyelamatkan masyarakat," tegas Mulyadi.

 

Terlebih, keberadaan warung yang menjual elpiji tanpa izin, mereka tidak memiliki safety standar seperti racun api. Jika terjadi kebakaran, maka yang akan dirugikan bukan hanya warung penjual, melainkan masyarakat setempat ikut rugi dan terganggu.

 

"Karena saya lihat warung jual elpiji ini dalam komplek perumahan, kalau terbakar merembet ke rumah sebelah, siapa yang tanggung jawab, lagi-lagi masyarakat terzolimi, maka masalah ini saya nilai masalah yang sangat serius, jangan dibiarkan," pungkasnya.

Penulis
: Riki
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
Tag:elpiji
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)