Guru Honor Hanya Digaji Rp650 Ribu, Mulyadi Pertanyakan Komitmen Pemko Pekanbaru Ciptakan SDA Handal

datariau.com
1.753 view
Guru Honor Hanya Digaji Rp650 Ribu, Mulyadi Pertanyakan Komitmen Pemko Pekanbaru Ciptakan SDA Handal
Dok.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi Anwar.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi Anwar terus menerima keluhan dari masyarakat yang berprofesi sebagai guru honor. Dimana, tenaga pendidik tersebut ternyata hanya digaji Rp650 ribu per bulan, sangat tidak manusiawi.

"Itu pun kadang dirapel, kan ini sangat tidak pantas kita perlakukan tenaga pendidik yang di tangan mereka generasi penerus bangsa dididik. Bayangkan kualitas pendidikan dengan kondisi seperti ini," kata Mulyadi kepada datariau.com, Sabtu (24/2/2018).

Dikatakan Politisi PKS ini, dirinya sangat miris melihat kondisi guru honor di Kota Pekanbaru. Ia pun mempertanyakan komitmen Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan dalam memperhatikan kesejahteraan guru, sebagai ujung tombak menciptakan Sumber Daya Manusia di Pekanbaru yang handal.

"Kalau guru tidak sejahtera, maka pendidikan tidak akan bermutu, karena guru pasti akan memikirkan kerja sampingan, kalau mereka sejahtera in syaa Allah anak didik akan diahar dengan sepenuh hati karena beban fikiran tidak bercabang lagi," sebut Mulyadi.

Jika dengan kondisi saat ini, lanjut Mulyadi yang merupakan Anggota DPRD Kota Pekanabru daerah pemilihan Tampan-Payung Sekaki ini, dengan uang Rp650 ribu perbulan itu pun terkadang dirapel, membuat guru kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, kebutuhan rumah tangga, biaya transportasi, komunikasi, terlebih yang sudah berumah tangga.

"Maka saya minta ke Pemko agar mereka para guru honor ini di-SK-kan agar mereka juga dapat gaji dari APBD. Guru harus diperhatikan, karena kita bisa seperti sekarang ini semua bermula dari didikan guru, maka mari kita perjuangkan mereka para guru agar sejahtera, bukan dengan bayaran murah seperti ini," pungkasnya.

Penulis
: Riki
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)