DPRD Sayangkan di Kota Pekanbaru Masih Ada Penderita Gizi Buruk

datariau.com
1.955 view
DPRD Sayangkan di Kota Pekanbaru Masih Ada Penderita Gizi Buruk
Ilustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Bukan saja kasus demam berdarah DBD yang menerpa Kota Pekanbaru, melainkan juga adanya kasus gizi buruk yang tersebar di empat kecamatan. Kondisi ini sangat disayangkan DPRD Pekanbaru.

"Seharusnya di era sekarang tidak ada lagi gizi buruk. Kalau ini memang ada tentunya sangat disayangkan. Untuk itu, kami minta kepada Dinas Kesehatan untuk berperan aktif supaya sering memberikan tinjauan dan imbauan," ungkap Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Eri Pribasuki, Rabu (9/8/2017).

Untuk itu, agar persoalan gizi buruk ini tak semakin memprihatinkan dan jadi prestasi buruk bagi intansi-intansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, maka Diskes diminta tanggap dan melakukan berbagai upaya antisipasi dan pendekatan kepada masyarakat. Seperti telaah apa penyebab gizi buruk terjadi di tengah-tengah Kota Pekanbaru.

Disamping itu, Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta agar pihak Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru supaya bekerjasama dengan pihak lainnya seperti Posyandu, Kelurahan serta Kecamatan untuk betul-betul mendata apa masih ada masyarakat yang mengalami gizi buruk.

"Kami harapkan Ketua RT dan RW juga melakukan pendataan di setiap kecamatan dan ini dilakukan apakah ada yang lainnya mengalami gizi buruk," imbaunya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Helda S Munir melalui Kepala Bidang Masyarakat Ely Farsya mengaku menemukan 4 orang mengalami kasus gizi buruk di daerahnya yang tersebar di beberapa kecamatan, dari total temuan itu, para pasien telah ditangani.

"Total pasien gizi buruk ini tersebar di empat kecamatan, pertama di Kecamatan Limapuluh, Kecamatan Tampan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kecamatan Sukajadi," jelasnya.

Semua kasus gizi buruk yang didata Diskes kota Pekanbaru ini kata Ely, dipantau secara berjenjang mulai dari tingkat posyandu, puskesmas hingga dinas kesehatan. Di tingkat kota, Diskes menyiapkan program pemulihan lewat penyediaan pemberian makanan tambahan (PMT), dan juga makanan pendamping air susu ibu (Formula).

"Penanganannya telah kami tangani segera dan semaksimal mungkin, dari jumlah kasus sebelumnya gizi buruk ini telah menurun dimana pada tahun sebelumnya jumlah kasus gizi buruk 2016 sebanyak 12 orang," ungkapnya.

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa dari total temuan itu, 4 pasien sudah ditangani dan tidak karena masalah ekonomi keluarga melainkan karena adanya penyakit penyerta.

"Bukan karena masalah ekonomi, pasien mengidap penyakit gizi buruk karena adanya penyakit penyerta," jelasnya lagi.

Ely juga mengimbau untuk mengantisipasi hal ini agar masyarakat peduli memantau status gizi dan memeriksakan kesehatan dan kecukupan gizi anaknya ke Posyandu, Puskesmas, maupun rumah sakit terdekat.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)