Yusril: Menteri Agama Yaqut Bikin Gaduh, Tak Ada Manfaat

Ruslan
1.443 view
Yusril: Menteri Agama Yaqut Bikin Gaduh, Tak Ada Manfaat
Foto: Net

DATARIAU.COM - Eks menteri Hukum dan HAM dan eks Menteri Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa pernyataan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, yang menyatakan bahwa Kemenag merupakan hadiah untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum hanya bikin gaduh.

Menurutnya, pernyataan Yaqut itu tidak punya manfaat bagi kemaslahatan umat Islam dari organisasi kemasyarakatan (ormas) manapun.

"Ucapan Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas tentang Kemeng bukan "hadiah" kepada umat Islam pada umumnya, tetapi hadiah khusus untuk NU hanya bikin gaduh saja. Ucapan seperti itu tidak ada manfaatnya bagi kemaslahatan umat Islam dari ormas manapun juga," kata Yusril lewat akun Twitter miliknya, @Yusrilihza_Mhd, Senin (25/10).

Kalau menggunakan istilah zaman Orde Baru, lanjutnya, ucapan Yaqut itu dapat mengganggu kerukunan internal umat beragama yang merupakan salah satu tugas Kemenag.

Baginya, kata Yusril, keberadaan Kemenag bukan hadiah dari siapapun. Ia berkata, keberadaan Kemenag adalah konsekuensi logis dari negara berdasarkan Pancasila yang sudah disepakati bersama.

"Pancasila adalah jalan tengah antara negara 'berdasarkan Islam' dgn negara sekular yang 'memisahkan urusan keagamaan dgn urusan kenegaraan' seperti dikatakan Prof Supomo dalam sidang BPUPKI. Keberadaan Kementerian Agama telah diusulkan oleh Muhammad Yamin dalam sidang BUPKI," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, sebagai berdasarkan Pancasila, Indonesia menjadikan ajaran-ajaran agama sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam membangun bangsa dan negara. Berangkat dari itu, Yusril bilang, Indonesia berkewajiban melayani dan memfasilitasi kepentingan umat bergama dalam melaksanakan tuntunan ajaran agamanya.

Ia pun kembali menegaskan bahwa keberadaan Kemenag bukan hadiah buat siapa-siapa. Menyrutnya, keberadaan Kemenag dengan tugas utama menangani menyelenggarakan dan memfasilitasi urusan agama itu adalah konsekuensi logis dari negara berdasarkan Pancasila.

"Konsep bernegara seperti itu adalah khas Indonesia yang berurat-berakar dari pengalaman sejarah berabad-abad lamanya. Karena itu, kita tidak perlu mencontoh bangsa lain. Kita punya problema sendiri yang perlu kita pecahkan sendiri, yang kita anggap sesuai dengan kira sendiri," kata Yusril.

Lebih lanjut, ia meminta Yaqut fokus menangani dan memecahkan berbagai problema keagamaan di Indonesia.

Yusril menambahkan, pernyataan Kemenag adalah hadiah buat umat Islam seluruhnya atau hadiah khusus bagi NU saja tidak ada gunanya dan menguntungkan pihak manapun.

"Omongan seperti itu hanya bikin gaduh, membuang energi dan tidak menguntungkan siapapun," katanya.

Sebelumnya, Yaqut mengklarifikasi pernyataannya yang menyebut Kementerian Agama sebagai hadiah untuk NU. Yaqut mengatakan pernyataannya di forum internal keluarga besar NU itu untuk memotivasi para santri dan pesantren.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)