Waspada, Video AI TikTok Digunakan Sebar Malware

Najwa
480 view
Waspada, Video AI TikTok Digunakan Sebar Malware
Foto: pngtree.com

DATARIAU.COM - Perusahaan keamanan siber Trend Micro menemukan adanya malware yang disebarkan melalui video tutorial AI di TikTok yang dapat mencuri data sensitif pengguna, termasuk informasi login, password, dan data kartu kredit.

Pengguna TikTok diminta lebih berhati-hati setelah ditemukannya penyebaran malware melalui video AI di platform tersebut. Penyebar malware tidak menempelkan langsung perangkat lunak berbahaya di video TikTok, namun melakukan manipulasi dengan membuat video tutorial menarik yang mengelabui pengguna untuk mengunduh malware tanpa disadari.

Menurut Trend Micro, penyebar malware mengemas video dalam format tutorial yang terlihat "bermanfaat" bagi pengguna TikTok. Namun alih-alih memberikan tutorial yang benar, isi video tersebut justru menginstruksikan pengguna agar mengunduh dan menjalankan malware berbahaya yang bisa meretas data dan informasi sensitif dari perangkat pengguna.

Video dibuat dengan bantuan AI dan dikemas semirip mungkin hingga terlihat seperti video tutorial "asli" untuk konten edukasi. Tutorial "sesat" ini berisi serangkaian instruksi yang mengarahkan pengguna TikTok untuk menjalankan perintah PowerShell di komputer mereka yang mengandung skrip berbahaya.

"Serangan ini menggunakan video yang mungkin dibuat oleh AI untuk menginstruksikan pengguna agar menjalankan perintah PowerShell, yang disamarkan sebagai langkah aktivasi perangkat lunak," ujar Trend Micro. Skrip yang diunduh akan menginstal dua jenis malware, yakni Vidar dan StealC ke perangkat pengguna.

Kedua malware tersebut dirancang untuk mengumpulkan informasi sensitif dan mencuri data penting dari perangkat korban. Jenis data yang diretas cukup beragam, mulai dari informasi login, password, data kartu kredit, cookie browser, hingga informasi crypto wallet pengguna. Malware ini juga bisa mengambil tangkapan layar perangkat dan mencuri kode autentikasi dua faktor (2FA).

Yang mengkhawatirkan adalah penyebarannya yang dilakukan secara masif di TikTok dengan algoritma yang berpotensi membuat video cepat tersebar dan viral. Salah satu video tutorial "palsu" tersebut dilaporkan telah ditonton sekitar 500.000 kali dan mendapat "like" lebih dari 20.000 kali. Karena jebakan disisipkan langsung dalam isi video, sistem keamanan perangkat pengguna nyaris tidak bisa mendeteksi ancaman peretasan tersebut.***

Sumber: Kompas.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)