Warga Miliki KTP Pelalawan Tetap Bayar Berobat di Puskesmas, Kadiskes Belum Lakukan Tindakan?

datariau.com
1.230 view
Warga Miliki KTP Pelalawan Tetap Bayar Berobat di Puskesmas, Kadiskes Belum Lakukan Tindakan?

PELALAWAN, datariau.com - Program Berobat Gratis hanya menggunakan KTP menjadi program yang diprioritaskan oleh Bupati Pelalawan H Zukri Misran SE. Namun program unggulan Bupati Pelalawan itu diduga tidak diterapkan dengan baik di lapangan. Seperti temuan awak media di salah satu Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Pelalawan yakni di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kelurahan Sorek Satu.

Pasalnya, awak media mendapati ada salah seorang warga Kelurahan Sorek Satu yang berobat di Puskesmas Pangkalan Kuras tersebut yang diduga dimintai bayaran oleh oknum Petugas Puskesmas.

Baca juga: Meskipun Memiliki KTP Pelalawan, Janda Tua Ini Tetap Diminta Membayar Saat Berobat di Puskesmas Pangkalan Kuras


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan H Asril K SKM MKES angkat bicara bahwa pihaknya sedari awal telah menekankan kepada seluruh pusat pelayanan kesehatan untuk menerapkan program andalan Bupati Zukri.

Kadiskes menjelaskan bahwa tidak ada iuran/bayaran alias gratis kepada siapapun, asal menunjukkan KTP Pelalawan.

Asril bahkan menyebut jika benar ada oknum yang meminta bayaran terhadap pasien maka akan dilakukan penindakan.

"Saya sangat menyayangkan kalau memang saat warga Pelalawan berobat sudah menunjukkan KTP dimintai bayaran dan kalau ada yang melakukan itu saya akan tindak tegas," ujarnya.

"Kalau memang itu benar terjadi, itu akan kita sanksi, ini bukan soal nilai bagi masyarakat, nilai 20.000 itu sangat kecil, tapi kebijakan itu sudah sangat jelas dan saya berulang kali menyampaikan hal itu tidak boleh terjadi. Tidak ada dikutip biaya apapun," tegas Asril, belum lama ini.

Ditanya bagaimana tindak lanjut kasus tersebut, hasil pengusutan, kemudian adakah keterlibatan Kepala Puskesmas (Kapus) disebabkan Kapus meminta stafnya untuk mencari informasi terkait pasien MY dan meminta untuk mengembalikan uang pemberian dari MY, Asril tak merespon awak media.

Kemudian ada dugaan tidak diterapkannya program Bupati karena diduga ada banyak pasien berobat menggunakan KTP dan KK namun tetap dikenakan biaya, Asril tampaknya sangat sibuk sehingga tidak ada waktu untuk menjawab.

Asril yang dimintai konfirmasi via WhatsApp oleh awak media dua hari berturut-turut tertanggal (4/9/2024) dan (5/9/2024) hingga berita ini diterbitkan tak bergeming. Penantian tindak lanjut kasus terkait dugaan penarikan uang berobat pada program berobat gratis pun masih mengambang. (yus)

Penulis
: Yuspardi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)