Warga Baganbatu Rohil Lahirkan Anak Kembar Tiga Secara Sehat

2.229 view
Warga Baganbatu Rohil Lahirkan Anak Kembar Tiga Secara Sehat
Pasangan suami istri Sumarno dan Mahanim warga Rohil yang memperoleh bayi kembar tiga. (foto: samsul bahri)
BAGANSINEMBAH, datariau.com - Raut wajah bahagia terpancar dari pasangan suami istri Sumarno dengan Mahanim warga RT01 RW02 Sei Buaya Paket F kelurahan Bagan Sinembah Kota ketika melahirkan anak kembar tiga dengan selamat di Klinik Agung Bagan Batu, Rabu malam sekitar 20.00 WIB lalu.

Mahanim ibu tiga anak ini dikonfirmasi datariau.com, Jumat (9/1/2015) mengungkapkan rasa syukurnya atas kelahiran tiga putranya tersebut.

"Alhamdulillah malam kemaren saya melahirkan anak ke 2 yang merupakan kembar tiga berjenis kelamin laki-laki semuanya, saya sangat bahagia atas anugrah ini, dan semua putra saya lahir dalam keadaan sehat," ujar Hanim.

Hanim menambahkan, dirinya sempat heran saat diperiksakan ke dokter tidak ditemukan adanya tanda-tanda bahwa bayinya akan kembar tiga. "Saat di USG waktu hamil sebanyak dua kali memang anak saya kembar tapi kembar 2, makanya begitu melahirkan kembar 3 saya sangat terkejut, karena ini anugrah terindah buat kami. Sebab, saya bisa melahirkan 3 anak kembar laki-laki sekaligus," paparnya.

Menurut dia, bayi kembar tiga yang lahir melalui operasi caesar tersebut memiliki berat masing-masing, 1500 gram, 1700 gram, 1800 gram, kendati berat badan ketiga bayi tersebut dibawa rata-rata namun kondisi kesehatannya cukup prima.

Seperti penuturan dokter yang menolong persalinannya dr P Simatupang SPOG saat dikonfirmasi datariau.com dirinya mengakui heran dengan kondisi bayi kembar tiga ini.

"Ini merupakan mukjizat yang terbesar dari Tuhan. Karena sepengetahuan saya bayi yang terlahir kembar tiga seperti ini biasanya dibarengi dengan kondisi fisik bayi yang kurang baik, namun ini berbeda, ketiga bayi kembar tersebut kondisinya sangat sehat," ucapnya.

Kendati demikian, dirinya tetap menyarankan kepada pasien tersebut untuk segera membawa ketiga bayi kembar tersebut ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas lebih memadai untuk perawatan lanjutan. Hal ini berdasarkan berat badan masing-masing bayi yang di bawah berat rata-rata.

"karena bayi ini kan lahirnya prematur usia kehamilan masih sekitar 8 bulan, sehingga perlu dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit yang memiliki fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit) seperti yang ada di Rumah Sakit tipe B, karena Agung ini kan hanya Klinik bersalin," ujarnya.

Akan tetapi, karena kondisi ekonomi dari orangtua bayi kembar tiga tersebut sepertinya tidak memungkinkan untuk dirujuk di rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya, sehingga Sumarno orangtua dari bayi kembar tiga tersebut yang bekerja sebagai tenaga penjual ikan di pasar hanya bisa pasrah.

"Saya hanya pasrah saja karena untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih baik kami tidak punya uang, saya hanya pasrah sama Allah, semoga semuanya baik-baik saja," ucap Sumarno lirih. (sam)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)