Vaksin Buatan Unair Menjadi Vaksin Dosis Ketiga?

Kakak Indra Purnama
162 view
Vaksin Buatan Unair Menjadi Vaksin Dosis Ketiga?
Gambar: Media Indonesia

DATARIAU.COM - Vaksin Merah Putih dikembangkan tim peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, digadang-gadang akan difungsikan sebagai booster atau vaksin dosis ketiga, pada tahun 2022 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor Unair, Mohammad Nasih. Ia mengatakan perencanaan penggunaan Vaksin Merah Putih sebagai booster telah disampaikan Kementerian Kesehatan kepada pihaknya.

"Kemenkes sudah memberikan komitmen untuk bisa menggunakan ini [Vaksin Merah Putih] nantinya untuk proses vaksinasi atau mungkin untuk booster," kata Nasih, kepada awak media, Jumat (15/10).

Nasih menuturkan, nantinya vaksin yang dikembangkan Unair tersebut akan diberikan secara gratis untuk kelompok masyarakat kurang mampu. Sementara untuk masyarakat kalangan mampu akan ada biaya yang dikenakan.

"Tahun 2022 akan ada skenario yang berkaitan dengan penyuntikan vaksin. Paling tidak ada sebagian masyarakat, khususnya masyarakat mampu yang harus menanggung sendiri vaksinasinya atau booster," katanya.

"Tetapi untuk masyarakat yang kurang mampu itu akan digratiskan oleh pemerintah dan itu komitmennya menggunakan vaksin dalam negeri atau vaksin merah putih," lanjut Nasih.

Hingga sekarang Unair sendiri telah merampungkan uji praklinis tahap kedua. Tim peneliti akan mengirimkan laporannya ke BPOM untuk dievaluasi. Setelah dievaluasi, pihaknya akan mendapatkan rekomendasi dan izin terkait pelaksanaan uji klinis vaksin.

Nasih menambahkan, jika izin telah diberikan BPOM, maka uji klinis Vaksin Merah Putih itu rencananya akan dilakukan di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

"Kami sudah tanda tangan kontrak dengan RSUD dr Soetomo untuk bisa menyiapkan seluruh kebutuhan yang dibutuhkan [saat uji klinis]. Semua kami serahkan ke kawan-kawan di Soetomo, untuk rekrutmen relawan, pelaporan, dan lainnya," ucapnya.

Kendati demikian, Nasih belum mengetahui waktu pasti pelaksanaan uji klinis itu akan dilakukan. Yang jelas, menurutnya, uji klinis tidak sampai tahun depan.

"Insyaallah enggak sampai tahun depan," pungkas dia. (*)

Source. cnnindonesia.com