Tradisi Gotong Royong Memasak Dodol di Daerah Labuhan Batu Sumatera Utara

datariau.com
3.075 view
Tradisi Gotong Royong Memasak Dodol di Daerah Labuhan Batu Sumatera Utara
Foto: Rizky Maulana
Tampak masyarakat bergotong royong mengaduk dodol.

DATARIAU.COM - Memasak dodol secara bergotong royong sudah menjadi tradisi masyarakat Labuhan Batu dari tahun ke tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri, khususnya di daerah pedesaan.

Pada 30 April 2022 di Desa Kebun Jambu kecamatan Rantau Selatan, terpantau warga desa beramai-ramai saling bekerjasama dan membantu untuk membuat dodol atau ulame.

Hal ini sudah menjadi kebiasaan turun temurun yang dilakukan masyarakat menjelang datangnya hari raya Idul Fitri.

Hingga kini pada saat lebaran akan banyak makanan khas yang disajikan untuk para tamu yang ingin bersilaturahmi ke rumah-rumah, dan dodol inilah makanan yang selalu melengkapi varian kuliner rumahan masyarakat setempat.

Pembuatan dodol ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Kebunjambu kecamatan Rantau Selatan. Dia mengatakan selain menghidupkan kembali tradisi turun temurun membuat dodol menjelang idul fitri, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kembali rasa saling bekerjasama dan memperkuat tali silaturahmi antara sesama.

"Saya berharap tradisi ini nantinya tidak akan mati dan akan terus dilanjutkan oleh anak-anak kita nantinya,? kata Suriono selaku Kepala Desa Kebunjambu Rantau Selatan.

Dalam pembuatan dodol ini diperlukan setidaknya 4 orang laki-laki untuk mengaduk adonan dodol, karena pengadukannya yang membutuhkan waktu lama diperlukan tenaga pria untuk secara bergantian mengaduk adonan tersebut agar adonan dodol dapat selalu diaduk tanpa henti.

Secara singkat, tata cara pembuatan dodol dimulai dari memanaskan santan kelapa, kemudian memasaknya dengan menyeduh adonan tepung pulut putih/hitam.

Proses memasak di dalam kuali besi ukuran besar di atas api yang panas setelah dicampur dengan komposisi gula dan lainnya, adonan terus diaduk hingga akhirnya kental dan kenyal.

Setelah dodol kental dan kenyal, dodol lalu diangkat dan seterusnya dibungkus untuk dibagikan kepada masyarakat yang bergototng royong dalam pembuatannya.

Dodol ini setelah dibungkus akan dibagi sama rata kepada orang yang ikut serta bergotong royong, harapannya makanan ini dijadikan untuk menjadikan menu varian tambahan pada saat lebaran lebaran nantinya.

Dodol selalu menjadi menu pelengkap hidangan saat Lebaran Idul Fitri. Menu khas itu selalu menghiasi meja hidangan di setiap rumah warga.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)