SIAK, datariau.com - Berdasarkan data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPBGM) terdapat angka balita stunting di Kabupaten Siak tahun 2019 sebanyak 13,72 persen dari seluruh jumlah balita yang ada di Kabupaten Siak.
Sedangkan pada tahun 2020 lalu, mengalami penurunan sekitar 1,02 persen yaitu sebanyak 12,70 persen balita stunting dari seluruh jumlah balita di Kabupaten Siak.
Upaya penurunan angka stunting di tahun 2021 ini, Pemkab Siak telah menetapkan sebanyak 15 kampung dan kelurahan di tujuh kecamatan sebagai lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi.
Dimana lokasi fokus itu tersebar di Kecamatan Kandis, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Tualang, Siak, Sabak Auh dan Pusako.
Sementara di tahun 2022 mendatang, ditetapkan sebanyak 28 kampung dan kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan yakni, Kecamatan Kandis, Siak, Koto Gasib, Lubuk Dalam, Sungai Apit, Tualang, Mempura dan Pusako.
Dan sebagai mitra pemerintah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak terlibat dalam penanganan kasus stunting, bekerjasama dengan lintas sektor dan bersama-sama masyarakat dalam mencegah stunting.
Hal itu disampaikan Ketua TP-PKK Siak Hj Rasidah Abdulgani pada acara pencanangan TP-PKK Kabupaten Siak menurunkan angka stunting, yang bekerjasama dengan BOB PT. Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu dan Pemkab Siak di kampung lokasi fokus stunting, Selasa (6/7/2021) di Kampung Benayah.
Tidak sampai disitu, kata Rasidah, melalui Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Siak yang dipimpinnya juga gencar melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting.
"Penanganan stunting di Siak bukan hanya ditangani Dinas Kesehatan saja, namun melibatkan seluruh level pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan sampai tingkat kampung," ujarnya.
Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Siak, dia mengajak semua kader TP-PKK agar ikut terlibat secara aktif dan sistematis dalam pencegahan dan penanggulangan stunting.
Dikatakannya, hal ini diharapkan dapat menekan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Siak.
"Setiap kesempatan, kami selalu mengajak seluruh kader PKK untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, karena ini menyangkut mutu dan kualitas anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa," imbuhnya.
Tentunya, keterlibatan TP-PKK Kabupaten Siak dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Siak berdasarkan Surat Keputusan Bupati Siak Nomor 287 Tahun 2021 tentang Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting.
Kegiatan Pencanangan TP-PKK Kabupaten Siak tersebut mengangkat tema "Ayo Tingkatkan Peran Serta PKK Dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting Menuju Keluarga Sejahtera".
Dan turut dihadiri oleh perwakilan managemen BOB PT. BSP Pertamina Hulu Rio Sandi, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Siak Ananda Laila Putri dan sejumlah pengurus PKK, Camat Pusako Harland WM, Penghulu Benayah, Ketua PKK Kampung Benayah dan Kader Posyandu.
Dimana pada acara itu, diserahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebanyak 60 paket bagi Bbalita dan batita. Sementara 14 paket bagi ibu-ibu hamil di Posyandu Melati, Kampung Benayah, Kecamatan Pusako.(*)