Tokoh Agama Sayangkan Polsek Bagan Sinembah Tertibkan Penggalangan Dana Masjid di Jalan

Admin
1.153 view
Tokoh Agama Sayangkan Polsek Bagan Sinembah Tertibkan Penggalangan Dana Masjid di Jalan
Roni F Sinaga alias Uros.

BAGANSINEMBAH, datariau.com - Tokoh Agama Kecamatan Bagan Sinembah sekaligus Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Rokan Hilir, Roni F Sinaga alias Uros menyayangkan adanya penertiban penggalangan dana masjid yang dilakukan Polsek Bagansinembah. Menurutnya, aksi penertiban itu tidak tepat.

"Kalau memang niat Kapolsek Bagan Sinembah ingin menertibkan arus lalu lintas, mengapa Pajak Lama Bagan Batu Kota tidak ditertibkan, sudah jelas di situ tiap hari macet akibat parkir dan pedagang di badan jalan dan sudah pernah ada korban di situ, ada apa ini semua," tanya Uros kepada datariau.com, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga:Ganggu Arus Lalin, Polsek Bagan Sinembah Tertibkan Penggalangan Dana di Jalan Lintas

Uros meminta Kapolsek Bagan Sinembah adil dalam penertiban yang menganggu badan jalan. Bukan hanya kotak infak di jalan depan masjid yang ada di Kecamatan Bagan Sinembah saja namun juga parkir di depan Pajak Lama.

"Pedagang sama parkir di badan jalan Pajak Lama itu sangat menggangu arus lalu lintas, sudah bertahun dan sudah pernah ada korban, apa gak bisa ditertibkan seperti pak Kapolsek menertibkan penggalangan dana di jalan untuk pembangunan masjid. Kalau menurut Kapolsek minta dana tidak harus di jalan lalu kemana, berikan kami solusinya," punkasnya.

Baca juga:Kapolsek Bagan Sinembah: Galang Dana Tidak Harus di Tengah Jalan

Sebelumnya, Sekretaris Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Kecamatan Bagan Sinembah Datuk Said Khairuddin MSi PhD juga mempertanyakan adanya penertiban penggalangan dana masjid di ruas jalan itu.

"Kita memahami langkah yang dilakukan oleh pihak kepolisian, namun hal tersebut perlu dimusyawarahkan dengan berbagai kalangan terutama dengan pihak yang melakukan penggalangan dana tersebut, jangan terkesan asal tertib," kata Datuk Said kepada datariau.com, Sabtu (17/7/2021).

Dikatakan Datuk Said, bahwa penggalangan dana yang dilakukan oleh panitia pembangunan masjid di jalan merupakan salah satu cara panitia untuk mendapatkan biaya pembangunan, jika itu dilarang maka dari mana mereka mendapatkan sumber keuangan untuk melanjutkan pembangunan yang anggarannya tidak sedikit.

"Apa kita siap menutupi kekurangan-kekurangan dana pembangunan masjid tersebut, kalau kita mau jadi donatur silahkan penggalangan dana dilarang. Pihak panitia pembangunan mesjid sudah berupa mencari sumber keuangan dan jalan satu-satunya adalah dengan melakukan penggalangan dana di jalan, jika mereka punya dana tentu mereka tidak turun ke jalan," terang Datuk Said

Lebih lanjut Datuk Said Khairuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Umat Islam Rokan Hilir mengatakan, pihak kepolisian harus berhati-hati dalam melakukan tindakan penertiban tersebut, jangan sampai timbul anggapan masyarakat bahwa pihak kepolisian sengaja menghambat masyarakat untuk mencari biaya membangun rumah ibadah.

Datuk Said Khairuddin menyarankan kepada pihak kepolisian untuk memanggil pihak terkait, baik itu camat, datuk penghulu atau Lurah dimana lokasi penggalangan dana tersebut dilaksanakan serta panitia pembangunan masjid, guna mencari solusi.

"Sehingga penggalangan dana tersebut dapat berlanjut. Kita khawatir jika penggalangan dana di jalan dilarang maka akan menghambat pembangunan masjid yang sudah dilaksanakan oleh masyarakat," pungkasnya. (sul)

Baca juga:Datuk Said Kritik Penertiban Aksi Penggalangan Dana Pembangunan Masjid di Ruas Jalan