Sudah Bayar Pajak Parkir, Planet Swalayan Keberatan Dishub Tempatkan Jukir di Lokasi Usaha

Admin
405 view
Sudah Bayar Pajak Parkir, Planet Swalayan Keberatan Dishub Tempatkan Jukir di Lokasi Usaha

PEKANBARU, datariau.com - Thomas, pemilik toko Planet Swalayan di kawasan Marpoyan Damai keberatan dengan kebijakan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru menempatkan petugas parkir di toko miliknya. Selain berdampak pada kurangnya minat pelanggan mampir di toko itu, Thomas juga mengaku sudah membayar pajak parkir setiap tahun ke Dinas Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru.

"Sebagai pedagang tentunya sangat keberatan. Pasti sangat berdampak besar nantinya bagi pendapatan kami. Jika di usaha kita tetap dipungut biaya parkir, apaguna kita tiap tahun membayar pajak di Bapenda, ini namanya kena dua kali. Konsumen kita kena, kita pun kena," kata Thomas ketika berbincang dengan wartawan, Jum'at (17/9/2021).

Menurut Thomas, lokasi usaha ritel Planet Swalayan yang ia miliki merupakan milik pribadi, begitu juga lokasi parkir masih dalam satu kawasan usahanya. Sehingga ia tidak memungut biaya parkir kepada konsumen.



Thomas, mengaku kaget ketika Dishub melalui PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) langsung menempatkan petugas parkir di lokasi usahanya. Bahkan ia menyebut, tidak ada pemberitahuan sebelumnya bahwa akan ditempatkan petugas parkir di tempat mereka.

"Saya keberatan ditempatkan petugas parkir. Lebih baik saya gunakan jasa secure parking untuk pengelolaan parkir kalau tidak ada jaminan PT YSM bisa menanggung yang namanya hilang kendaraan. Kita mau safety pelanggan di sini," tegas Thomas.

Lebih jauh Thomas memastikan dirinya tidak menentang aturan pemerintah. Karena semua yang dilakukan tetap untuk PAD Kota Pekanbaru.

"Cuma itu dia, Bapenda dan Dishub harus jelas. Kasih surat ke kami, kita mungkin menerima. Ini tidak ada, di satu sisi Bapenda tetap kita harus bayar pajak, di sisi lain Dishub bilang kami punya hak. Kalau seperti ini kita bingung. Kita merasa dipaksa harus menyerahkan hak parkir ke PT YSM, padahal kemana pun kami serahkan pengelolaan parkir arahnya tetap ke PAD Pekanbaru," tuturnya.



Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Fathullah meminta dengan tegas Kadishub Pekanbaru Yuliraso untuk dapat bertanggungjawab atas kegaduhan perparkiran yang terjadi di tengah masyarakat seperti saat ini.

"Kalau memang tidak mampu lagi menjadi Kadis, silahkan mundur. Masih banyak pejabat lain yang bisa bekerja, yang tidak membebankan masyarakat, dan menambah buruk nama Wali Kota," tegasnya.