Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045, Alfedri Ingin SDM Anak Siak Berdaya Saing

Hermansyah
1.253 view
Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045, Alfedri Ingin SDM Anak Siak Berdaya Saing
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.

SIAK, datariau.com - Sambut Indonesia Emas 2045, investasi pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, kompeten dan berdaya saing yang tinggi sangat penting.

Karena menghadapi era digital dan industri yang maju kedepan, pemerintah perlu menyiapkan SDM tangguh yang menjadi faktor penunjang keberlangsungan pembangunan ekonomi di daerah.

Pembangunan SDM untuk generasi Indonesia Emas 2045 merupakan investasi jangka panjang yang dilakukan pemerintah agar SDM Indonesia mampu bersaing dengan penduduk negara-negara maju di dunia.

Sementara itu, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi punya cara tersendiri menyambut generasi emas cita-cita nasional 2045 mendatang tangguh dan memiliki SDM berkualitas.

Saat ini, pemerintah daerah terus mendorong dan menciptakan program dan inovasi terbaik bagi generasi muda dan masyarakat secara menyeluruh.

"Indonesia pada tahun 2045 nanti, akan mencapai masa ke emasan. Karena, di tahun itu, Indonesia genap berusia 100 tahun atau satu abad," kata Alfedri.

"Ditargetkan, Indonesia sudah menjadi negara maju, modern dan sejajar dengan negara-negara maju di dunia," sebut Bupati Siak Drs H Alfedri MSi di Siak Sri Indrapura, Senin (1/1/2024).

Dikatakan Alfedri, ledakan kelahiran yang diperkirakan membludak pada tahun 2021 dan 2022 lalu, akibat situasi pandemi. Menjadi hal yang perlu diberikan perhatian khusus.

Hal itu, bayi lahir pada tahun tersebut menjadi penduduk berusia produktif pada 2045 mendatang.

"Betul memang, Indonesia emas 2045 memang masih 21 tahun lagi. Namun, pada dasarnya bibit-bibit unggul itu sudah ada dari sekarang," jelas Alfedri.

"Anak-anak kecil maupun yang baru lahir tahun ini, sudah berada di sekeliling kita. Merekalah yang akan memimpin daerah ini, di tahun 2045 kelak," ujarnya.

"Dan ditangan mereka yang masih bayi dan anak-anak sekarang inilah, masa depan juga nasib bangsa ini dipertaruhkan," jelasnya.

Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persen dalam usia produktif (15-64 tahun).

Sedangkan sisanya 30 persen merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.

Alfedri menyampaikan jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi.

Kemudian, melihat dari fakta yang akan dihadapi Indonesia tersebut, bonus demografi memang tidak dapat dihindari.

"Bukan hanya target tapi ada usaha yang harus kita upayakan bersama. Bagaimana menyiapkan generasi Z saat ini, hidup di zaman serba online, serba aplikasi," jelasnya lagi.

"Yang pertama kali, kita lakukan adalah bagaimana meningkatkan angka IPM dengan rata-rata tamat sekolah masyarakat minimal SMA. Itu sudah kita mulai melalui wajib belajar 9 tahun serta beasiswa pemda bagi kurang mampu dan anak yatim," sebutnya.

Menyongsong Indonesia Emas 2045, sering disampaikan Alfedri dalam setiap momen. Dia ingin dimasa kepemimpinannya, dapat meletakkan pondasi SDM berkualitas, agamis, unggul sehat, cerdas dan berkarakter di jabarkan melalui misi Kabupaten Siak 2021-2025.

Program tersebut, diantaranya beasiswa untuk anak Siak (BeTUNAS) yang sudah berjalan 15 tahun. Pemkab Siak membiayai anak tidak mampu, berprestasi dan anak-anak suku terasing di kirim ke perguruan tinggi kerjasama Pemkab.

"Sejak 2007, kita sudah mengirim anak-anak Siak ke perguruan tinggi ternama baik di Riau maupun di pulau Jawa," cakap Alfedri.

"Mulai biaya kuliah sampai dengan biaya hidupnya, anak PKH kita bantu. Termasuk program satu rumah satu sarjana yang sudah berjalan 2 tahun," sebutnya.

Saat ini, ada 10 perguruan tinggi ternama di Indonesia yang sudah MoU kerjasama dengan Pemkab Siak. Perguruan tinggi tersebut, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Selanjutnya, ada Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, Institut Ilmu Quran ( IIQ) Jakarta, Institut Agama Islam TAZKIA Bogor, Batam Tourism Politeknik Batam, Universitas Islam Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Universitas Lancang Kuning dan Politeknik Sriwijaya melalui PSDKU Kampus Kabupaten Siak.

Dikatakan Alfedri, sejak dari kandungan hingga balita, di Kabupaten Siak terutama anak Program Kelurga Harapan (PKH). Mendapat bantuan, makanan sehat dan susu untuk menjamin ketersediaan gizi pada balita dan anak.

Bantuan itu, melalui Dinas Kesehatan dan bantuan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Siak.

"Masalah kita saat ini stunting, gizi buruk dan miskin ekstrim. Bagaimana generasi kita sehat, di bujang kampung, anak balita dan ibu hamil kita beri makanan tambahan, dan gerakan makan telur," ungkapnya

"Dan melalui program Dinas Kesehatan dan TP PKK Kabupaten Siak terus bergerak memberikan pemahaman pola asuh yang baik dan benar kepada masyarakat agar terhindar dari stunting," tutur Alfedri.

Agar miskin ekstrim tidak terus bertambah, Alfedri memiliki program Pemkab Siak melahirkan 1000 UMKM lewat bantuan modal usaha.

Selain itu, mendorong pemerintah kampung agar bisa punya satu produk unggulan dan 10 UMKM/kampung.

Kabupaten Siak sebagai daerah tujuan wisata dan memilik Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), terus menyiapkan SDM bidang pariwisata dan industri.

Tentunya, agar kawasan PSN KITB terus berkembang, Pemkab Siak terus menghadirkan investor untuk berinvestasi di KITB dan mencari sumber pendanaan dari APBN.

"Inilah, tantangan kita kedepannya, bagaimana generasi Z saat ini, 21 tahun akan datang menjadi generasi sehat, cerdas agamis dan berkarakter. Sehingga SDM putar-putri Siak mumpuni. Harapannya, menjadi pemimpin kita di masa mendatang," pungkasnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)