TAPUNG, datariau.com - Semarak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Desa Tri Manunggal Kecamatan Tapung, dikemas dalam hajatan mencapai puncaknya, dengan kirab beberapa tumpeng dan penampilan batik karnaval dari Kampoeng Seni Budaya Desa Tri Manunggal.
Acara tersebut dihadiri dan ditutup Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol MM dengan momotong kirab tumpeng serta menampilkan tari kecak walisongo kolaborasi dengan sanggar tari Sangga Buana Desa Tri Manunggal Kecamatan Tapung, Sabtu (15/10/2022).
Warga antusias mengikuti penutupan serta kirab tumpeng ini, sebanyak 20 RT Desa Tri Manunggal mengarak tumpeng sepanjang jalan ke lokasi acara, mulai tumpeng nasi hingga tumpeng hasil bumi seperti tumbuhan dan buah-buahan yang melambangkan kemakmuran.
Sebelumnya warga sudah melakukan rangkaian tradisi Kuda Lumping, Wayang Kulit, Arawitan, Hadroh (Keagamaan) Pencak Silat.
Dalam sambutannya Kamsol mengapresiasi kegiatan ini dengan memperkenal seni dan budaya yang ada di desa tersebut, sehingga nantinya dapat dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat karena Kabaputen Kampar merupakan wilayah yang terkenal dengan adat istiadat dan berbagai seni budaya.
"Kabupaten Kampar dalam menjalan roda pemerintah mempunyai falsafah Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajoghangan, dimana pemerintah secara bersama-sama dengan Tokoh Adat, Ninik Mamak dan Tokoh Agama bergandengan dalam menyatukan Visi dan Misi untuk Membangun Negeri," terang Kamsol.
Pemerintah menjalankan program-program pembangunan sesuai aturannya, Tokoh Adat dan Ninik Mamak membimbing Anak Kamanakan melalui aturan adatnya, serta Tokoh Agama akan mempererat Ukhuwah Islamiyah dan tali silaturami antar sesama melalui aturan Agama, semua itu bersatu untuk Negeri Kampar yang sejahtera.
"Selain itu juga, masyarakat Kabupaten Kampar diperkuat dengan falsafah adat yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang artinya hukum adat berdasarkan hukum agama, hukum agama berdasarkan Alquran," ungkapnya.
Pj Bupati berharap agenda besar ini juga mampu mengangkat nama daerah khususnya Desa Tri Manunggal, karena potensi itu sudah di depan mata. Maka dari itu Pj Bupati minta kembangkan lebih baik lagi dengan menggandeng unsur pendukung baik itu pariwisata, pemerintah provinsi dan perusahaan-perusahaan yang ada.
"Saya juga mengaharapkan acara Semarak Kampoeng Seni dan Budaya ini nantinya akan menjadi Pilot Projects Pariwisata di desa yang ada di Kabupaten Kampar, serta dapat meningkatkan pariwisata desa yang ada di Kabupaten Kampar yang nantinya dijadikan Desa Ekowisata percontohan di Kabupaten Kampar," tutupnya.
Kepala Desa Tri Menunggal Edi Bambang Purnomo pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa dalam sejarah Desa Tri Manunggal merupakan Desa Eks Transmigrasi pola PIR Trans (Perkebunan Inti Rakyat) yang lahir dari adanya perpindahan dari 3 desa yaitu Desa Latersia (Gading Sari), Gundaling (Muktisari) dan Desa Raharja (Indrasakti) yang kala itu sebagian lokasi perumahan dan lahan plasma terkena jalur merah PT Caltex (Chevron).
?Dengan adanya peristiwa tersebut maka PT Perkebunan Nusantara V memindahkan warga yang terkena jalur merah ke daerah baru yang masih dalam wilayah PT Perkebunan Nusantara V dan lahirlah Desa Tri Manunggal yang diilhami dengan perpaduan tiga desa menjadi satu, maka dalam musyawarah mufakat menyepakati nama desa adalah Tri Manunggal yang artinya tiga menjadi satu, dengan harapan perpaduan tersebut membawa kesejahteraan bagi masyarakat," terang Kades.
Hadir dalam kegiatan itu Anggota DPRD Kampar Bambang Hermanto, Kapolsek Tapung Kompol Sinurat, Danramil Tapung diwkili Sertu Anas, Kasatpol PP Nurbit, Asissten III Azwan, Kadis PUPR Afdal, Sekretaris Perhubungan Kholis, Kadis Koperasi Hendri Dunan, Sekretaris Dispora Aidil, Kabid Pariwisata Arfis Lindra, Camat Tapung Sofiandi, Kepala Desa Tri Manunggal Edi Bambang Purnomo, Kepala Desa Flamboyan Fauzil Mahfuz, Pimpinan Perusahaan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat, Ninik Mamak dan Masyarakat Desa Tri Manunggal serta undangan lainnya. (das/kmf)