Sejak Maret, Luas Karhutla di Rohul Capai 303,5 Hektare

datariau.com
1.357 view
Sejak Maret, Luas Karhutla di Rohul Capai 303,5 Hektare
Terlihat, Zuljandri Rosa bersama staf serta Penerangan Koramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR Serda Dedy Nofery Samosir berbincang di kantor BPBD Rohul.

ROKAN HULU, datariau.com - Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Rohul semakin meluas menyusul musim kemarau yang melanda daerah itu. Karhutla terjadi sejak bulan Maret hingga Juli 2022, capai 303,5 Hektare.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Rokan Hulu H Sukiman memberikan arahan kepada Kepala Pelaksana BPBD Rohul Zuljandri Rosa SSI MM, untuk melakukan pemadaman dengan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait.

Baca juga: Karhutla Kembali Terjadi di Kabupaten Rokan Hulu Riau, Petugas Gabungan Temukan Jerigen


Hal tersebut disampaikan Zuljandri Rosa di kantor BPBD Rohul yang berada di Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu.

"Untuk luas Karhutla yang terjadi di Rohul capai 303,5 Hektare. Arahan dari bapak Bupati kepada kami jelas, bahwa kami diminta untuk melakukan pemadaman karhutla dimana dengan tetap berkordinasi dengan pihak terkait," jelas Zuljandri Rosa, Selasa (2/8/2022).

Baca juga: Karhutla di Kabupaten Rokan Hulu Tercatat 80 Hektare, Petugas Gabungan Segel Lokasi


Salah satu kawasan rawan karhutla, yakni Kecamatan Rokan IV Koto, Kecamatan Rambah, Kecamatan Rambah Samo dan Kecamatan Bonai Darussalam.

Dua hari terakhir, sekitar 10 hektare lahan yang telah di Imas tumbang di areal perbukitan yang ada di Desa Suka Maju Kecamatan Rambah terjadi karhutla.

Ia juga menjelaskan, hingga sampai saat ini pihaknya telah berkoordinasi kepada semua pihak.

"Untuk siapa nama pemilik lahan, sementara ini belum kami ketahui," katanya.

"Tetapi, kami telah melakukan koordinasi kepada pihak kecamatan, desa, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan TNI Polri," paparnya.

Baca juga: Patroli Karlahut, Tim Gabungan Temukan Seekor Rusa Jinak di Dusun Sei Bungo Rohul


Zuljandri Rosa juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan jika ingin berkebun.

Selain itu, dia juga menjelaskan petugas gabungan telah melakukan pencegahan melalui kegiatan sosialisasi, memasang plang pemberitahuan di lokasi lahan dan hutan yang telah di Imas tumbang dan melaksanakan patroli.

Zuljandri Rosa juga menambahkan, pihaknya saat ini masih memiliki kendala dalam melakukan patroli dan pemadaman karhutla.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)