SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 44 Desa Laksamana menunjukkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan dengan menghadirkan fasilitas kebersihan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat nilai edukasi.
Program tersebut lahir dari hasil diskusi dan aspirasi langsung Penghulu Desa Laksamana yang menginginkan adanya perbaikan dalam sistem pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Merespons kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 merancang program pengadaan fasilitas kebersihan yang dipadukan dengan edukasi mengenai dampak sampah terhadap lingkungan.
Baca juga:Beri Sentuhan Digital pada UMKM Legendaris dan Edukasi Ekologis, KKN UMRI Kelompok 44 Hadirkan Aksi Nyata di Desa Laksamana
Alih-alih sekadar menyediakan tempat sampah, mahasiswa menghadirkan instalasi yang diberi konsep "Peta Sampah". Instalasi tersebut dibuat dengan gaya rustic berbahan kayu dan dilengkapi papan edukasi visual yang menyajikan informasi mengenai waktu yang dibutuhkan berbagai jenis material untuk terurai secara alami.
Pada papan edukasi itu dijelaskan bahwa sejumlah jenis sampah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai, mulai dari sekitar satu bulan, 20 tahun, 200 tahun, hingga 500 tahun. Informasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai panjangnya jejak ekologis yang ditimbulkan dari sampah yang dibuang sembarangan.
Di bagian bawah papan edukasi, mahasiswa turut memasang tempat sampah hijau ganda yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Seksual di SMPN 3 Desa Laksamana
Fasilitas kebersihan dan papan edukasi tersebut kemudian ditempatkan secara strategis di tiga titik yang menjadi pusat aktivitas warga, yakni area lapangan Kantor Desa, Pos Ronda RW 3, dan Pos Ronda RW 5.
Perwakilan KKN UMRI Kelompok 44 mengatakan, keberadaan papan edukasi tersebut sengaja dirancang sebagai pemicu kesadaran masyarakat agar persoalan sampah tidak hanya dipandang sebagai masalah kebersihan, tetapi juga sebagai persoalan lingkungan jangka panjang.
"Papan edukasi ini sengaja kami buat untuk menjadi trigger kesadaran kolektif. Kami ingin mengintervensi mindset warga agar tidak sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mulai sadar betapa panjangnya jejak ekologis dari selembar plastik yang mereka buang," ujarnya.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah preventif yang diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan Desa Laksamana.
"Ini adalah langkah preventif, sebuah investasi jangka panjang untuk menjaga keasrian Desa Laksamana," tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari perangkat desa dan masyarakat setempat. Kehadiran fasilitas kebersihan yang disertai informasi edukatif dinilai menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Program ini juga menjadi bukti bahwa kegiatan KKN tidak hanya berfokus pada pengembangan potensi ekonomi desa, tetapi turut menyentuh aspek ekologis dan perubahan perilaku masyarakat.
Kolaborasi antara gagasan kreatif mahasiswa dan aspirasi masyarakat diharapkan mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Fasilitas yang telah dibangun diharapkan dapat dirawat dan dimanfaatkan bersama sehingga tidak berhenti sebagai program sementara, melainkan menjadi warisan yang terus memberikan manfaat bagi warga Desa Laksamana.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 44 berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan dapat menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari desa. Dari Desa Laksamana untuk lingkungan yang lebih baik.***