Refleksi Hardiknas 2026: Partisipasi Semesta di Tengah Realitas Pendidikan yang Mengkhawatirkan

Oleh: Siti Amie, S.Pd
datariau.com
148 view
Refleksi Hardiknas 2026: Partisipasi Semesta di Tengah Realitas Pendidikan yang Mengkhawatirkan
Ilustrasi. (Foto: Int.)

Dalam perspektif Islam, pendidikan memiliki peran yang sangat mendasar dalam membentuk manusia seutuhnya. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer ilmu, tetapi juga sebagai upaya membangun kepribadian yang berlandaskan akidah. Dengan landasan ini, diharapkan lahir individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki ketakwaan dan integritas, sehingga mampu menjauhi berbagai bentuk kecurangan dan penyimpangan.

Pendidikan dalam Islam juga menekankan pentingnya pembentukan karakter Islam (syakhsiyahIslamiyah), yakni keselarasan antara pola pikir dan pola sikap. Ilmu yang dimiliki tidak berdiri sendiri, tetapi terikat dengan nilai-nilai yang membimbing perilaku. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami apa yang benar, tetapi juga terdorong untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Peran negara juga tak kalah penting dalam menjamin terselenggaranya pendidikan yang berkualitas juga menjadi hal yang tidak terpisahkan. Lingkungan yang kondusif, penegakan aturan yang tegas, serta kebijakan yang mendukung pembentukan karakter menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang berfungsi secara optimal. Di saat yang sama, sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat juga perlu diperkuat agar proses pendidikan berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Dengan demikian, tema “Menguatkan Partisipasi Semesta” dalam Hardiknas 2026 seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai ajakan untuk terlibat, tetapi juga sebagai dorongan untuk memperbaiki fondasi pendidikan secara lebih mendasar. Partisipasi yang kuat tentu membutuhkan arah yang jelas, nilai yang kokoh, serta sistem yang mampu membentuk generasi berilmu sekaligus berkarakter.

Akhirnya, refleksi Hardiknas hendaknya menjadi titik tolak untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya bermutu secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan manusia yang berintegritas. Tanpa upaya perbaikan yang menyentuh akar persoalan, maka cita-cita mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua akan sulit tercapai secara utuh.

Wallahu a’lam bishshawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)