Proyek Gerai Wisata Penujang Senilai Rp 4 Miliar Ambruk, Wakil Ketua Dewan Beri Respons

Kakak Indra Purnama
84 view
Proyek Gerai Wisata Penujang Senilai Rp 4 Miliar Ambruk, Wakil Ketua Dewan Beri Respons
Gambar: Tribunnews.com

DATARIAU.COM - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Asep Eka Mulyana mengatakan ambruknya proyek gerai Wisata Panyaweuyan disebabkan kegagalan perencanaan sebelum proses pembangunan dimulai.

Kesimpulan tersebut ia dapat setelah melakukan rapat dan mendengar pendapat yang dihadiri oleh Dinas Pariwisata dan Budaya serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Majalengka pada Rabu (10/11/2021).

"Kita melakukan rapat dengar pendapat dengan dinas terkait yaitu Disparbud dan PUTR. Dari informasi yang diperoleh tadi, kami untuk sementara menyimpulkan bahwa ini semacam ada kegagalan perencanaan," ucap Eka saat diwawancarai media.

Eka menuturkan, alasan adanya kegagalan perencanaan dalam proyek senilai Rp 4,1 miliar itu dikarenakan tidak adanya tahap perencanaan di dalam DED (Detail Engineering Design) yang dibuat oleh konsultan perencana.

Seharusnya kata Eka, sebelum proyek pembangunan gerai Wisata Panyaweuyan itu dimulai, harus ada tahap perencanaan termasuk melakukan uji kelayakan tanah mengingat lokasi proyek di Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura itu termasuk daerah rawan longsor.

"Berdasarkan keterangan dan setelah dibandingkan dari dokumen lelang, dari sisi pembiayaan kemudian dari hal yang sifatnya teknis ternyata itu tidak ada tahapan perencanaan," jelasnya.

"Termasuk juga studi kelayakan, SID (Survey Investigasi Desain). Dari informasi yang kami peroleh tidak ada di DED itu," tegasnya menambahkan.

Namun untuk memastikan penyebab ambruknya proyek itu, Eka mengaku akan meminta kelengkapan dokumen dari pihak terkait. Bahkan jika dimungkinkan, DPRD Kabupaten Majalengka juga akan melakukan audit independen terhadap proyek tersebut.

"Langkah selanjutnya meminta kelengkapan dokumen karena kesimpulan sementara kami ada kegagalan perencanaan, sehingga untuk memastikannya kami minta dokumen dan akan mengaudit independen soal ini sehingga bisa lebih mendapat kepastian apa yang sebenarnya terjadi," ujar Eka.

Masih kata Eka, saat ini DPRD Kabupaten Majalengka belum bisa menyimpulkan juga pihak mana yang telah melakukan kelalaian terkait ambruknya proyek gerai Wisata Panyaweuyan itu.

"Belum menyimpulkan mana yang teledor karena ini bukan pertemuan terakhir, masih ada pertemuan lain," tandasnya. (*)

Source: Detik.com

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)