Program Kolaborasi, Baznas dan Pemkab Siak, Alfedri Minta Fokus Bantuan Bidang Usaha Pangan juga Ternak

Hermansyah
830 view
Program Kolaborasi, Baznas dan Pemkab Siak, Alfedri Minta Fokus Bantuan Bidang Usaha Pangan juga Ternak
Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi saat memimpin rapat sinkronkan program kolaborasi Baznas dan Pemkab Siak perihal pengentasan kemiskinan ekstrim di wilayah Kabupaten Siak berharap pilihan bidang usaha bantuan Baznas tahun 2023 kedepan fokus bantuan usaha tanaman pagan dan ternak.

Menurut Alfedri, saat ini kebutuhan pokok masyarakat seperti cabe merah, bawang, kedelai dan jagung di pasaran harga naik.

Hal itu terjadi pasca wabah covid-19 yang terjadi dua tahun terakhir ditambah melonjaknya harga Minyak dan Gas (Migas) di luar maupun dalam negeri sehingga pemicu inflasi global.

“Inflasi nasional 5,3 persen, kita 4,8 persen artinya kita dibawah angka nasional. Namun ini harus kita tekan, bagaimana harga kebutuhan pokok masyarakat dapat stabil di pasaran," kata Alfedri di Graha Baznas Siak, Kamis (8/12/2022).

"Salah satu caranya melalui program Baznas ini. Kita pilih nanti yang dibantu bidang usahanya apa, pertanian dan peternakan karena yang saat ini inflasi cabe, bawang karena masih didatangkan dari luar, termasuk kedelai bahan baku tempe kita masih import termasuk telur dan daging saat ini harga naik," ujar Bupati Siak.

Berdasarkan data terbaru dari Bandan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Siak mencatat angka kemiskinan di Kabupaten Siak tahun lalu dari 5,17 persen turun menjadi 5,02 persen. Meski angka ini turun hanya sedikit, tentunya intervensi yang dilakukan berdampak bagi masyarakat miskin.

"Artinya, apa yang kita kerjakan di tahun lalu, berdampak kepada masyarakat yang kita bantu. Meskipun saat ini, kita masih dihadapkan dengan inflasi global, ekonomi sulit," jelas Alfedri.

"Semua negara mengalami kesulitan, inflasi global berlangsung tidak tahun ini aja, akan berlanjut pada tahun depan, kemiskinan ekstrim salah satu penyebabnya pandemi covid-19 yang melanda dua tahun terakhir," kata dia.

Dikatakan Bupati Siak, target program kolaborasi Baznas dan Pemkab Siak terkait pengentasan kemiskinan ekstrim di wilayah Kabupaten Siak, terdata 6 ribu fakir miskin yang akan menerima manfaat dalam jangka waktu tiga tahun.

Pada kesempatan lain, Alfedri meminta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Siak, yang programnya ada di masing-masing OPD mengarahkan bantuan komoditas tanaman pangan dan ternak.

"Kita harus mendorong dan menggerakkan mereka, Insyaallah jika ini dikeroyok bersama, Pemda melalui APBD yang ada di dinas-dinas tambah Dana Desa, Forum CSR dan program Baznas Siak sendiri, kami yakin kalau 6 ribu fakir ini dalam 3 tahun dapat kita tuntaskan," harapnya.

Bupati Siak berpesan, setiap bantuan yang diluncurkan hendaknya mustahik atau penerima manfaat sesuai bidang usahanya, dipantau secara berkala, kemudian diberikan pembinaan serta diberikan pendampingan sampai berhasil.

“Kalau dia usaha ternak ayam atau bebek minta bantuan Dinas Peternakan dan Perikanan. Jika dia tekun bidang usaha pertanian ada PPL disetiap kecamatan yang dapat membantu,” kata dia.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Siak, Samparis mengatakan, tahun ini ada 28 kampung menjadi target program kolaborasi Baznas dan Pemkab Siak. Tahun ini satu kecamatan dipilih dua kampung dari 14 kecamatan dengan total 28 kampung.

“Tahun lalu sudah kita laksanakan, tapi ada yang berhasil dan ada yang belum berhasil. Maka, untuk tahun ini kita ingin lebih sungguh lagi. Harapan kita mustahik yang kita bantu berhasil, kalau tak bisa 100 persen paling tidak 75 persen harus berhasil,” kata dia.

Disamping itu, kata dia, program yang akan dilaksanakan melalui dana yang bersumber dari zakat, dana zakat digunakan sesuai sesuai syariat islam yaitu masuk dalam golongan 8 asnaf by name by address. Kemiskinan ekstrim masuk dalam kategori fakir di atas fakir itu ada miskin.

“Akhir tahun ini kami akan melaksanakan program layak huni, berjumlah 19 rumah layak huni, 1 rumah kerjasama dengan Polres Siak, kemarin sudah selesai," jelas Samparis.

"Tiap kecamatan dua dan satu unit, satu rumah di anggarkan Rp72 juta, sementara untuk 18 rumah layak huni sebesar Rp1,3 milyar. Selai itu, kami juga memprogramkan jamban sehat se-Kabupaten Siak sebanyak 101 jamban sehat," ungkap dia.

Selanjutnya, satu jamban sehat yang di anggarakan sebesar Rp6 juta. Kami juga membantu pemasangan PLN bagi pakir miskin se-Kabupaten Siak tahun ini untuk 150 rumah.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)