KAMPAR, datariau.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kampar melalui program Kampar Makmur mengdakan pelatihan menjahit untuk ibu-ibu yang tergolong fakir miskin. Acara pembukaan dilaksanakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar pada hari Senin (18/10/2021).
Dihadiri oleh Bupati Kabupaten Kampar yang diwakili staf ahli bidang kemasyarakatan dan SDM Ir H Bustan, Pimpinan Baznas Provinsi Riau Dr Yahanan M Sy, Pengurus Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Salo, Waka II Baznas Kampar Drs H Sudirman, Dt Patio, Waka III Yatarullah S Ag SH MH dan Waka IV M Ridwan SH MH.
Ketua Baznas Kampar, Purwadi S P M Si dalam sambutannya menyampaikan Baznas Kampar memiliki 5 program diantaranya Kampar Makmur, Kampar Cerdas, Kampar Takwa, Kampar Peduli dan Kampar sehat. Melalui program Kampar Makmur, Baznas mengadakan kegiatan pelatihan menjahit untuk ibu-ibu yang tergolong fakir.
"Terdapat 21 peserta yang tersebar di beberapa kecamatan mengikuti pelatihan ini. Diantaranya kecamatan Tambang 5 peserta, kecamatan Kampar Utara 4 peserta, kecamatan Kampa 4 peserta, kecamatan Rumbi Jaya 4 peserta dan kecamatan Kampar 4 peserta," kata Purwadi.
Sementara itu, Bupati Kampar yang diwakili staf ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM, Ir H Bustan menyampaikan program pelatihan menjahit ini merupakan program yang bermanfaat dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi peserta. Ia pun meminta peserta supaya mengikuti pelatihan ini dengan serius.
?Untuk menjadi penjahit yang dicari orang tentu perlu hasil yang rapi, menyelesaikan pakain yang dipesan pelanggan tepat waktu,? Ucap Bustan.
Pimpinan Baznas Provinsi Riau Dr Yananan M Sy menyebut, pendistribusian dan pendayagunaan zakat selalu mengendepankan azas manfaat dan keadilan secara luas. Seperti halnya yang dilakukan Baznas Kampar, dengan memilih perwakilan dari tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Kampar untuk diberi pelatihan secara bergilir. Selanjutnya, ia meminta agar Baznas Kampar tetap bersinergi bersama pemerintah daerah.
"Karena Baznas harus terbuka di setiap program-progaram yang dilaksanakan, sehingga mendapat dukungan yang penuh dari pemerintah," tutur Yananan.
Sementara di tempat terpisah, Penanggung Jawab Kegiatan Diany Mairiza SE Sy ME kepada auramedia.co mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan diberi fasilitas berupa alat untuk menjahit dan biaya transportasi.
"Setelah selesai pelatihan, seluruh peserta akan diadakan ujian kompetensi tingkat nasional, ungkap mairiza," pungkas Diany. (das)