Profil Produsen 5 Obat Sirup yang Ditarik dari Peredaran oleh BPOM, Ada Konimex Salah Satunya

Ruslan
2.205 view
Profil Produsen 5 Obat Sirup yang Ditarik dari Peredaran oleh BPOM, Ada Konimex Salah Satunya
Foto: ANTARA /Jojon
Petugas mengumpulkan berbagai jenis merek obat sirup yang dilarang dijual untuk sementara waktu di salah satu apotek, Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, 20 Oktober 2022.

DATARIAU.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengumumkan nama lima obat sirup yang ditarik peredarannya. Kelima obat itu ditarik karena mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman.

Dari penelusuran BPOM ditemukan bahwa mayoritas obat sirup yang beredar di masyarakat saat ini dalam kategori aman.

Adapun hal tersebut disimpulkan usai pengujian BPOM dengan acuan Farmakope Indonesia dan acuan lain yang sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagai standar baku nasional untuk jaminan mutu semua obat yang beredar.

Kelima obat sirup yang ditarik peredarannya adalah:

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

Dari kelima obat sirup itu terdapat tiga perusahaan yang memproduksinya, yakni: PT Konimex, PT Yarindo Farmatama dan Universal Pharmaceutical Industries. Seperti apa profil tiga perusahaan tersebut?

PT Konimex

PT Konimex PT Konimex merupakan salah satu perusahaan farmasi nasional yang berfokus pada usaha perdagangan bahan kimia, alat laboratorium, dan alat kedokteran. Perusahaan ini didirikan oleh Djoenaedi Joesoef pada 8 Juni 1967. Situs Majalah Forbes pada 10 Desember 2020 mencatat Djoenaedi Joesoef berada di urutan ke-100 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan US$ 360 juta.

Sebelum didirikan menjadi perusahaan pada tahun 1967, Djoenaedi telah merintis usaha farmasi sejak tahun 1949. Melalui dukungan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang diterima perusahaan sejak tahun 1971, perusahaan kemudian mulai memproduksi obat-obatan secara independen. Pada tahun tersebut, Konimex menjadi pelopor produsen obat kemasan praktis catch-cover isi 4 tablet.

Dikutip dari situs resminya, https://www.konimex.com/, disebutkan Konimex pada tahun 1980 memulai diversifikasi usaha ke industri kembang gula dengan mendirikan NIMM’s dan PT Sinar Intermark sebagai distributor untuk memastikan ketersediaan produk di seluruh Indonesia. Berikutnya, pada tahun 1982, Konimex mendirikan pabrik baru di Sanggrahan, Sukoharjo sebagai pusat produksi demi menjamin standar kualitas yang sama.

Memasuki tahun 1986, Konimex mendirikan distributor kedua, PT Marga Nusantara Jaya seiring dengan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah terkait dengan pemisahan produsen dan distributor. Untuk mengembangkan bisnis makanannya, Konimex juga mulai membangun pabrik biskuit yang berlabel Sobisco pada tahun 1994.

Seiring perkembangan produk dan target pasar dari tahun ke tahun, perusahaan distributor tersebut semakin memperluas jaringannya. Dari 33 cabang pada tahun 1992, bertumbuh menjadi 56 cabang pada tahun 2017, serta didukung armada kendaraan dan ribuan staf yang merentang dari Banda Aceh hingga Jayapura.

Setelah seluruh pelosok Indonesia terlayani, Konimex semakin melebarkan sayapnya dengan melakukan penetrasi ke pasar internasional, seperti Singapura, Malaysia, Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan bahkan ke kawasan Timur Tengah, yaitu Saudi Arabia. Konimex menghasilkan berbagai macam produk yang sejalan dengan bidangnya, yaitu seperti produk-produk farmasi, consumer goods, hingga produk ekstra bahan alami.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)