Potensi Beternak Sapi di Areal Perkebunan Kelapa Sawit

Ruslan
1.037 view
Potensi Beternak Sapi di Areal Perkebunan Kelapa Sawit
Foto: Syahwin Syahputra
Pak Kus menjaga sapi-sapinya di real perkebunan kelapa sawit.

BALAI JAYA, datariau.com - Jam dinding menunjukkan pukul 08.00 WIB. Ia langsung mengendarai sepeda motornya menyusuri jalan tanah di areal perkebunan kelapa sawit milik swasta itu.

Lima belas menit kemudian sampailah ia di lokasi sekawanan sapi yang sedang memakan rumput hijau di bawah rindangnya pohon kelapa sawit. Sembari mengarahkan pandangannya ke arah sapi-sapi tersebut, pria yang akrab dipanggil Pak Kus itu memastikan jumlah sapinya tidak berkurang. Hal yang sama akan ia lakukan di sore hari pada pukul 16.00 WIB atau selesai sholat ashar.

Seperti itulah kegiatan sehari-hari pria yang berdomisili Dusun Kebun Kencana, Desa Pasir Putih, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir tersebut.

Ia memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan kebaikan hati dari manajemen perusahaan dengan berternak sapi. Bermula dari lima ekor sapi yang dibeli bersama empat orang temannya, kini setelah berjalan hampir dua tahun tidak kurang dari tujuh puluh ekor sapi dimiliki oleh perkumpulan lima sahabat yang diberi nama 'Wong Limo' tersebut.

"Kami berterima kasih kepada manajemen perusahaan yang telah mengizinkan kami berternak sapi di areal perkebunan. Tentunya tidak lupa bersyukur kepada Allah atas nikmat alam yang subur ini," tutur pria berusia 53 tahun itu.

Kegiatan positif ini pun menginspirasi warga masyarakat Dusun yang berjumlah 250 KK itu untuk membentuk perkumpulan perkumpulan serupa. Hingga saat ini, telah lahir tiga perkumpulan peternak sapi baru.

Seiring bertambahnya jumlah peternak sapi, bertambah pula populasi sapi di Dusun tersebut. Pada akhirnya menjadikan Dusun kecil ini sebagai salah satu pusat penyedia sapi di Kabupaten Rokan Hilir.

Tak heran banyak orang dari luar daerah membeli sapi dari sini. Selama dua pekan terakhir, tidak kurang seratus ekor sapi telah terjual dari seluruh perkumpulan yang ada.

"Pembeli sapi kami bahkan ada yang berasal dari Sumatera Barat. Dari semua perkumpulan yang ada disini telah terjual lebih seratus ekor sapi," jelas pria yang juga seorang Ketua Badan Permusyawaratan Desa itu.

"Biasanya momen menjelang Idul Adha masih ada. Namun, kami tidak dapat memastikan masih ada atau tidaknya yang layak untuk dijual," lanjut pria yang pernah berprofesi sebagai guru itu.

Semoga kegiatan-kegiatan positif seperti ini banyak lahir di lingkungan masyarakat yang tentunya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pula. (ril)

Penulis
: Syahwin Syaputra
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)