PON XX Papua Resmi Ditutup, Sampai Jumpa di Aceh dan Sumut

Ruslan
62 view
PON XX Papua Resmi Ditutup, Sampai Jumpa di Aceh dan Sumut
Pertunjukan kembang api pada penutupan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15 Oktober 2021). ANTARA/Nova Wahyudi

DATARIU.COM - Atlet dan ofisial masing-masing kontingen bersuka cita dalam defile penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang diadakan di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat, dan diiringi dengan lagu "Torang Bisa".

Mereka berjalan dengan penuh semangat yang beberapa di antaranya mengabadikan momen ini dengan kamera ponsel.

Penuh bahagia, mereka berjalan ke tengah Stadion Lukas Enembe lengkap dengan atribut yang menunjukkan identitas daerah mereka.

Pada akhir defile bendera masing-masing kontingen berkibar di tengah-tengah stadion.

Mereka yang mengikuti defile adalah perwakilan atlet dan ofisial masih bertanding dalam tiga hari sebelum penutupan.

Mayoritas atlet yang berlaga dalam PON ini sudah kembali ke daerah masing-masing karena sudah menyelesaikan kompetisi lebih dulu dan untuk mematuhi aturan penyebaran COVID-19 selama pandemi.

Sejumlah penari mementaskan tari saman pada penutupan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (15 Oktober 2021). ANTARA/Nova Wahyudi

Upacara penutupan PON Papua dimeriahkan artis-artis nasional termasuk NOAH, Saykoji, Iwa K, Yura Yunita, Andi Rianto, selain juga selebritas lokal asal Papua seperti Nogei, Blasta Rap Merauke, Kork Papua, M.A.C, dan Manggo Rap.

Penonton upacara penutupan PON, sebagaimana pada pembukaan, juga dibatasi sampai maksimum 25 persen dari total kapasitas normal stadion sebanyak 40 ribu orang.

Penonton dan tamu VIP yang akan mengikuti upacara penutupan akan menggunakan undangan sebagai syarat masuk dan bukan lagi menggunakan kartu identitas PON atau gelang.

Tamu VIP akan mempunyai hologram khusus yang diverifikasi oleh pasukan pengamanan presiden.

Dalam upacara itu, Papua secara resmi menyerahkan tongkat estafet pelaksanaan PON kepada Aceh dan Sumatera Utara yang bakal menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di Tanah Air selanjutnya pada 2024

Penyerahan tongakat dilakukan setelah penurunan bendera PON yang menandai berakhirnya PON Papua diiringi dengan lagu "Bagimu Negeri".

Setelah itu, Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda mengembalikan bendera PON kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Pusat Marciano Norman.

Kemudian, Marciano menyerahkan bendera PON kepada perwakilan dari Aceh dan Sumatera Utara yang bakal menjadi tuan rumah PON 2024.

Marciano lebih dulu menyerahkan bendera PON kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, yang mewakili Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah.

Setelah itu, Marciano juga memberikan tongkat estafet tuan rumah PON kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Usai prosesi penyerahan bendera PON kepada tuan rumah 2024, Aceh menampilkan tarian Ratoh Duek, sedangkan dari Sumatera Utara mempertontonkan tarian adat khas Nias, Karo, Toba.

PON 2024 bakal bergulir untuk kali pertama di dua provinsi. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menpora Nomor 71 tahun 2020 tentang penetapan pemerintah provinsi Aceh dan pemerintah Sumatera Utara sebagai tuan rumah pelaksana Pekan Olahraga Nasional XXI tahun 2024.

Artikel asli: tempo.co