XIII KOTO KAMPAR, datariau.com - Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol MM menghadiri peringatan Maulid Nabi sekaligus Haul Syekh Yusuf Zahidi El-Chalidi di Komplek Syekh Yusuf Zahidi di Surau Suluk Daarul Arifin Desa Ranah Sungkai Kecamatan XIII Koto Kampar, Sabtu (22/10/2022).
Hadir pada kesempatan tersebut Staf Ahli Gubernur Riau Drs H Yurnalis Basri SSos MSi, Camat XIII Koto Kampar Zulfikar SAg MSi, Camat Koto Kampar Hulu Ahmad Begab, Tokoh Masyrakat Ranah Sungkai yang sukses di perantauan serta para jamaah tariqat yang memadati lokasi acara.
"Kabupaten Kampar dikenal dengan banyaknya lahir tokoh agama terkemuka dengan ulama-ulamanya yang masyhur terbilang, banyak para ulama lahir dan berasal dari Kabupaten Kampar yang kemudian terus berkembang melahirkan lagi generasi-generasi ulama yang menyebar hingga ke luar negeri. Salah satu ulama besar yang berasal dari Desa Ranah Sungkai yakni Syekh Yusuf Zahidi El-Chalidi lahir pada tahun 1776 M atau 1198 H dan wafat pada tahun 1913 M atau 1335 H dan dimakamkan di Desa Ranah Sungkai Kecamatan XIII Koto Kampar," kata Pj Bupati.
Baca juga: Sebab-sebab Terjadinya Penyimpangan Agama
Ia menjelaskan, diantara ulama-ulama yang terkemuka keberadaannya itu, tersebutlah orang tokoh yang paling masyhur terutama ketika membicarakan persebaran Tarikat Ahli Sufiyah, terutama Tarikat Naqsyabandiyah. "Saya sangat merindukan kegiatan seperti ini, apalagi kegiatan Haul, kita akan perlu mengkaji dan mengingat akan diri kita, kita sangat tahu bahwa Islam sangat peduli dan memandang penting pendidikan, peran inilah yang dilakukan para ulama terdahulu," jelasnya.
"Kampar merupakan negeri yang agamis dan masyarakatnya hidup dengan kebersamaan, gotong royong, ini telah dikenal oleh masyrakat luas hingga dunia. Kelestarian adat istiadat terus tergerus, dan Alhamdulillah Kampar masih kuat dan melestarikan adat istiadat, dan perlu kita tuliskan," lanjut Kamsol.
Baca juga: Memahami Makna Manhaj
Hingga sekarang, lanjut Kamsol, Kampar dikenal dengan Negeri Serambi Mekkah tak terlepas dari peran dan perjuangan dari para alim ulama yang telah dikenal bahkan ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. "Mari kita jaga Kampar sebagai Negeri yang agamis, beradat sesuai dengan semboyan tali bapilin tigo, tigo tungku sajoangan," ajak Pj Bupati.
Kamsol menjelaskan makna Maulid Nabi Muhammad adalah sebagai pengingatan kebesaran dan keteladanan Nabi serta momentum penyemangat untuk menyatukan semangat dan gairah keislaman.
Kamsol menyampaikan apresiasi dan bangga kepada Anggota DPR RI Syahrul Aidi Ma’azat yang telah meberikan perhatian yang luar biasa bagi masyrakat Kabupaten Kampar, banyak program dan pembangunan yang telah ia perjuangkan untuk Kampar, rumah layak huni pembangunan turap, penataan kota bersih, air bersih dan lain sebagainya.
Baca juga:
Sejarah Maulid Nabi Tertulis dalam Wikipedia: Dimulai Daulah Fatimiyah Syiah di Mesir
Anggota DPR RI Komisi V Syahrul Aidi Ma’azat Lc MA dalam sambutan menyampaikan dirinya terus berupaya dalam pembangunan Kampar seperti program rehab rumah ada 20 rumah di Desa Ranah Sungkai, jalan dan jembatan serta program PSAU, ada tiga box culvert.
Kepala Desa Ranah Sungkai Muhammad Yusuf SPd dalam sambutannya menyampaikan, Desa Ranah Ranah Sungkai merupakan desa trans dari pembangunan PLTA Koto Panjang, telah banyak pembangunan yang telah dilakukan pemerintah baik kabupaten, provinsi dan pusat.