Pengamat Politik: Keunggulan Agung Nugroho-Markarius Anwar Sulit Dikejar Paslon Lain di Pilkada Pekanbaru 2024

datariau.com
1.392 view
Pengamat Politik: Keunggulan Agung Nugroho-Markarius Anwar Sulit Dikejar Paslon Lain di Pilkada Pekanbaru 2024
Foto: Ist.

PEKANBARU, datariau.com - Menjelang Pemilihan Walikota Pekanbaru 2024, pengamat politikUniversitas RiauDr Saiman Pakpahan SIP MSi memberikan analisis mendalam mengenai peluang para calon.

Di antara lima pasangan yang bersaing, pasangan Agung Nugroho - Markarius Anwar dinilai memiliki peluang paling besar untuk memenangkan kontestasi ini.

Saiman menjelaskan bahwa kekuatan utama pasangan ini terletak pada basis massa yang merata di seluruh Pekanbaru, serta popularitas Agung Nugroho yang semakin meningkat pasca-Pileg 2024.

"Agung memiliki basis pendukung yang solid, dan ini merupakan aset penting dalam Pilwako kali ini," ungkap Saiman, saat berbincang bersama wartawan, Sabtu (19/10/2024).



Baca juga: Tengku Azwendi Fajri: Pasangan AMAN Punya Visi Besar Untuk Sepak Bola Pekanbaru


Di sisi lain, pasangan Muflihun - Ade Hartati Rahmat juga memiliki kekuatan tersendiri.

Muflihun, mantan Penjabat Walikota Pekanbaru, meski memiliki pengalaman di pemerintahan, kinerjanya selama menjabat tidak begitu populer di mata publik.

Namun, Ade Hartati, Anggota DPRD Riau yang fokus pada isu pendidikan, dapat menjadi tambahan kekuatan untuk memperbaiki posisi mereka.

Pasangan Intsiawati Ayus - Taufik Arrakhman menghadapi tantangan besar. Meskipun Intsiawati merupakan figur berpengalaman di DPD RI, basis dukungannya kurang terpusat di Pekanbaru dan Taufik Arrakhman kurang dikenal luas oleh warga kota.

Baca juga: Agung Nugroho Rencanakan Program Asuransi Kebakaran Rumah Bagi Warga Pekanbaru


Sementara itu, Ida Yulita Susanti - Kharisman Risanda dianggap memiliki basis dukungan yang kuat di beberapa kecamatan. Namun, menurut Saiman, popularitas Ida masih terbatas di wilayah tertentu, dan Kharisman tidak banyak memberikan dorongan elektabilitas.

Pasangan Edy Nasution - Dastrayani Bibra juga mengalami tantangan serupa. Meskipun Edy memiliki rekam jejak sebagai Wakil Gubernur Riau, ia dianggap seolah "turun kelas" dengan mencalonkan diri sebagai walikota, yang membuat daya tariknya menurun.

Dastrayani, yang pernah mencalonkan diri di Pilwako 2017, juga tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas.

Baca juga: Agung Nugroho Apresiasi Kreativitas Sineas Muda dan Screening Perdana Film Lusi


Saiman menegaskan bahwa keunggulan Agung terletak pada mesin politik PKS yang kuat serta dukungan dari Demokrat yang membuat mereka lebih unggul dibandingkan pasangan lainnya.

"Popularitas Agung mencapai 80-85%, sementara kandidat lain masih berkutat di bawah 70%," jelasnya.

Dengan dukungan yang terus mengalir, potensi Agung untuk menang semakin menguat, dan tantangan bagi pasangan lain untuk mengejar dalam waktu singkat dianggap sulit.

"Potensi Agung Nugroho untuk menjadi Walikota Pekanbaru 2024 terlihat sangat terbuka," pungkas Saiman.(end)

Baca juga: Politisi Senior di Riau Nilai Kemenangan Paslon Agung-Markarius Sudah di Depan Mata
Penulis
: Endi Dwi Setyo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)