Advertorial Pemkab Kampar

Pemkab Kampar Undang Ulama Besar dari Perlis Malaysia Isi Tabligh Akbar di Markaz Islamic Center Bangkinang

datariau.com
4.466 view
Pemkab Kampar Undang Ulama Besar dari Perlis Malaysia Isi Tabligh Akbar di Markaz Islamic Center Bangkinang
Foto: Diskominfo Kampar
Pj Bupati Kampar Hambali SE MH saat menyampaikan pidato dalam kegiatan tabligh akbar di Masjid Al Ikhsan Markaz Islamic Center Bangkinang. 

BANGKINANG KOTA, datariau.com - Pemerintah Kabupaten Kampar menggar Tabligh Akbar dengan menghadirkan narasumber ulama besar dari Perlis Malaysia Dato' Arif Perkasa Prof Dr Mohd Asri Bin Zaunul Abidin dan salah satu ulama terbaik putra asli Kabupaten Kampar Ustadz Dr Helmi Basri Lc MA.

Tabligh akbar yang dilaksanakan di Masjid Al Ikhsan Markaz Islamic Center Bangkinang itu dihadiri langsung oleh Pj Bupati Kampar Hambali SE MH beserta Pj Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Ricana Djayanti Hambali, Senin (16/9/2024).


Dalam ceramahnya, Dato' Arif Perkasa Prof Dr Mohd Asri Bin Zaunul Abidin dan Ustadz Dr Helmi Basri Lc MA berbicara mengenai Islam Wasathiyah yang bermakna ajaran Islam yang menekankan pada sikap adil, seimbang, dan moderat dalam berbagai aspek kehidupan. Istilah ini juga sering disebut sebagai Islam moderat.

Tabligh Akbar ini tampak juga dihadiri oleh Pj Sekda Kabupaten Kampar Ahmad Yuzar bersama Plt Ketua DWP Kabupatem Kampar T Yani Ahmad Yuzar, Forkopimda Kabupaten Kampar, seluruh Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar beserta seluruh jajaran dan juga masyarakat di Bangkinang Kota sekitarnya.

“Saya berharap semoga intisari yang disampaikan pada Tabligh Akbar ini, dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Pj Bupati Kampar dalam mengawali sambutannya.


Pada momentum libur nasional memperingati Maulid Nabi ini, Pj Bupati Kampar menekankan bahwa pentingnya meneladani dan menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ’alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya menghimbau dan mengajak kita semua dan masyarakat Kabupaten Kampar agar dapat mengikuti atau meneladani sikap dari nabi kita Muhammad Shalallahu ’alaihiwasallam,” ajaknya.

"Makna yang paling mendasar dari peringatan Maulid Nabi adalah untuk mengevaluasi sejauh mana kita sebagai umat mampu mencontoh keteladanan yang melekat pada diri Nabi, baik dalam aspek ibadahnya maupun aspek berkehidupan bermasyarakat," pungkasnya. (kmf)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)