O.K Nizami Jamil Luncurkan Buku Kisah Permaisuri Raja Siak Tengku Maharatu

Hermansyah
938 view
O.K Nizami Jamil Luncurkan Buku Kisah Permaisuri Raja Siak Tengku Maharatu
O.K Nizami Jamil dan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi.

SIAK, datariau.com - Sebanyak 191 halaman 'Buku Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu', ditulis oleh Datuk O.K Nizami Jamil resmi diluncurkan pada Ahad (15/10/2023) di Gedung Tengku Mahratu, Siak Sri Indrapura.

Buku tersebut, berisi sejarah perjuangan seorang permaisuri Sultan Syarif Qasim II Kerajaan Siak bernama Tengku Syarifah Fadlun atau bergelar 'Tengku Maharatu'.

Penulis buku, 'Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu', oleh Budayawan Riau Datuk O.K Nizami Jamil menyusun buku tersebut, saat pandemi covid-19 melanda.

O.K Nizami Jamil menulis buku kisah itu, selama 3 tahun lamanya dan akhirnya buku ini pun selesai disusun.

"Saya menulis buku ini, untuk memberikan penjelasan terkait sejarah tentang kehidupan Permaisuri Tengku Maharatu. Bukan Mahratu tapi Maharatu," kata O.K Nizami Jamil.

"Sumber tulisan, dikutip dari kata atau kalimat pribadi Tengku Maharatu dari masa kecil sampai menjadi permaisuri Sultan Syarif Kasim II," ujar O.K.

"Dan sumber lain didapat dari orang tua saya O.K Muhammad Jamil yang merupakan sekretaris pribadi merangkap sebagai ajudan Sultan Siak, serta dari catatan tertulis dari sahabat Tengku Maharatu dan beberapa sumber lainnya," jelas Sastrawan asal Riau tersebut.

Datuk O.K Nizami Jamil menjelaskan isi buku yang ditulis tentang perjuangan Tengku Maharatu saat mendampingi Sultan Syarif Qasim II sebagai permaisuri dalam mempertahankan Kemerdekaan RI masa itu.

Pada tanggal 17 Oktober 1945, Sultan Syarif Qasim II di dampingi Tengku Maharatu sebagai permaisuri yang disaksikan Pembesar Kerajaan dan rakyat Kerajaan Siak.

"Sutan Siak menyatakan bergabung dan mendukung kemerdekaan NKRI, namun tanda kutib bukan “menyerah” ya, diikut berjuang mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia dibawah pimpinan Soekarno-Hatta," ucap O.K.

"Sosok Tengku Maharatu salah seorang wanita yang berperan dalam perjuangan Kemerdekaan RI di Kabupaten Siak," kata dia.

"Karena bendera yang dinaikkan di halaman Istana Kerajaan Siak saat Indonesia merdeka, benderanya dijahit Tengku Maharatu. Bendera itu, bendera Belanda yang dikoyak, disobek dan dibuang warna birunya. Karena pada masa itu, tidak ada kain berwarna merah dan putih di Siak Sri Indrapura," ungkap mantan Ketua MKA Lembaga Adat Melayu Riau itu.

Saat ini, bendera tersebut disimpan sebagai benda peninggalan sejarah di Istana Asserayah Hasyimiah yang dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Bupati Siak Drs H Alfedri MSi mengapresiasi dan menyambut baik terbitnya buku Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu karangan Datuk O.K Nizamil Jamil.

Alfedri berharap buku ini menjadi rujukan Sejarah Kesultanan Siak, masyarakat dan generasi muda yang ada Kabupaten Siak.

"Atas nama pribadi dan Pemkab Siak, menyambut baik atas di selesaikan ya penulisan buku berjudul Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu," kata Alfedri.

"Semoga dengan adanya buku ini, akan menjadi referensi dan catatan sejarah bagi Pemkab Siak, masyarakat maupun generasi penerus di masa yang akan datang," ucapnya.

Dikatakan Alfedri, dari ringkasan cerita yang ada di dalam buku Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu selama mendampingi Sultan Siak, banyak kisah menarik yang layak di simak, bagaimana perjuangan dan motivasi masa transisi Kerajaan Siak bergabung ke NKRI.

"Tadi dijelaskan oleh Datuk O.K Nizamil Jamil, di dalam bukunya diceritakan bahwa Permaisuri Tengku Maharatu mendampingi Sultan Siak ke-12, yakni Sultan Syarif Qasim II dari tahun 1930-1950," jelasnya.

Alfedri berharap, Kisah Permaisuri Sultan Siak ini, menjadi spirit dan motivasi bagi generasi muda selaku penerus dalam mengisi pembangunan di Kabupaten Siak pada masa akan datang.

"Diharapkan semangat ini, menjadi landasan kita untuk terus membangun Kabupaten Siak lebih baik dan maju," harap Alfedri.

"Meskipun baru berusia 24 tahun, sudah banyak perkembangan dan kemajuan Kabupaten Siak, dan itu tidak terlepas dari peran pemimpin terdahulu di masa-masa Kabupaten Siak berdiri hingga saat ini," sebutnya.

Peluncuran buku, 'Kisah Permaisuri Kerajaan Siak Tengku Maharatu' itu, dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Riau Brigjen TNI (Purn) H Edy Natar Nasution, Dewan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu Provinsi Riau, Wakil Bupati Siak Husni Merza, Sekretaris Daerah Siak Arfan Usman, Unsur Forkopimda Siak.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)