Netizen Ngeyel, Membully Tentang Covid, Siap-siap Ditangkap Kapolda!

Ruslan
316 view
Netizen Ngeyel, Membully Tentang Covid, Siap-siap Ditangkap Kapolda!
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, meminta kepada Kapolda Kalbar, untuk mengamankan orang-orang yang menghambat program Pemerintah dalam menangani COVID-19.

"Saya tidak berpikir apapun, selain bagaimana menyelamatkan masyarakat Kalbar. Terserah yang ngeyel, yang membully, silakan saja, sepuas anda. Tapi saya sudah minta kepada Kapolda, yang komentar menghambat program pemerintah dalam menangani COVID-19, tangkap saja,” kata Sutarmidji, saat meninjau vaksinasi massal di Stadion SSA Pontiana, Minggu pagi, 4 Juli 2021.

Ia mengatakan, Satgas COVID-19 Kalbar akan terus gencar melaksanakan program vaksinasi massal, dan tetap mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, terlebih pada saat ini, di Kota Pontianak masuk kategori zona merah.

“Pontianak ini masih zona merah. Bagaimana kita, dalam dua minggu ini, Pontianak sudah keluar dari zona merah,” harapnya.

Ia mengatakan, orang-orang yang menebar hoaks atau menghambat program pemerintah terkait COVID-19 ini, tak memikirkan kesehatan masyarakat. Sutarmidji meminta kepada Kapolda Kalbar, untuk menangkap masyarakat yang berkomentar negatif di media sosial.

“Karena orang-orang yang seperti ini, itu hanya memikirkan diri dia sendiri. Otaknya tuh tak berpikir untuk kepentingan orang lain. Jadi jangan sampai membodohi masyarakat dengan memberikan komentar-komentar, yang seakan-akan yang dilakukan pemerintah itu salah,” ucapnya.

“Saya minta Pak Kapolda, beserta jajaran kepolisian, tegas saja. Begitu ada komentar negatif, baik di medsos dan sebagainya, tangkap saja. Kalau perlu langsung saja diproses. Supaya dia bisa sadar,” tegasnya.

Midji meminta kepada penegak hukum dapat menindak orang-orang yang berkomentar negatif tersebut, salah satunya adalah orang yang menghambat proses vaksinasi.

“Saya pastikan yang suka komentar yang miring itu, begitu urusan dengan aparat penegak hukum, pasti nangis. Saya pastikan nangis. Karena yang gitu-gitu itu omongnya saja besar. Nyalinya itu kaya tempe dan tahu. Jadi silakan saja, kalau ada yang masih suka meremehkan kebijakan pemerintah, kita sekarang sudah pada tataran tidak lagi mentoleransi, tapi melakukan tindakan aturan-aturan hukum. Jangan pandang bulu,” jelasnya.