DATARIAU.COM - Penetapan Idul Fitri sering kali berbeda antarnegara karena metode hisab dan rukyat yang digunakan. Namun, pada tahun ini mayoritas negara Muslim menetapkan Idul Fitri serentak pada Jumat 20 Maret 2026.
Penetapan ini dilakukan setelah proses pemantauan hilal yang menjadi penentu awal bulan dalam kalender Islam.
Negara-negara yang merayakan Lebaran pada tanggal tersebut antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Lebanon.
Pemerintah Arab Saudi lebih dulu mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026).
Keputusan ini diambil setelah hilal tidak terlihat pada Rabu (18/3/2026), sehingga bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.
Mengutip Gulf News, komite pengamatan hilal di Arab Saudi telah melakukan verifikasi terhadap penampakan bulan baru yang menandai berakhirnya Ramadan.
Proses ini merupakan bagian dari tradisi dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Seiring penetapan tersebut, pemerintah juga telah mengatur jadwal libur bagi pekerja.
Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Arab Saudi sebelumnya mengumumkan bahwa libur Idul Fitri untuk sektor swasta dan nirlaba dimulai sejak Rabu dan berlangsung selama empat hari.
Juru bicara kementerian, Mohammed Al Ruzaiqi, menyebut kebijakan ini bertujuan memberi kepastian bagi perusahaan dan pekerja dalam menyusun jadwal kerja selama periode libur.
Dengan begitu, aktivitas di sektor penting tetap berjalan tanpa mengabaikan hak karyawan untuk merayakan hari raya.
Informasi serupa juga dilaporkan Times of India, yang menyebut sejumlah negara lain di kawasan turut menetapkan Lebaran pada hari yang sama, termasuk Uni Emirat Arab, Turki, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Lebanon.
Lebaran di Indonesia Sabtu Besok
Sementara itu sejumlah organisasi Islam dan lembaga di Indonesia memutuskan lebaran jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.
Lembaga Falakiyah PBNU menyatakan bahwa data hisab yang dihimpun menunjukkan posisi hilal masih di bawah kriteria imkanur rukyah atau belum memenuhi kriteria untuk terlihat pada 29 Ramadhan 1447 H bertepatan hari Kamis 19 Maret 2026.
"Posisi hilal menurut hisab yang dihimpun seluruhnya menunjukkan angka di bawah kriteria yang disepakati," kata Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Sirril Wafa.
Data hisab dari Kementerian Agama RI, BRIN, Persatuan Islam (Persis) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menunjukkan bahwa hilal pada Kamis, 29 Ramadhan 1447 H atau 19 Maret 2026 masih berada di bawah kriteria imkanur rukyah.
Imkanur rukyat (visibilitas hilal) adalah kriteria astronomis yang menetapkan batas minimal posisi bulan (ketinggian dan elongasi) untuk menentukan kemungkinan hilal dapat dilihat saat matahari terbenam pada hari ke-29 bulan kamariah.
Metode ini menjadi jembatan antara hisab (hitungan) dan rukyat (pengamatan langsung), seringkali disebut visibilitas hilal atau rukyat imkan.
Kriteria yang disepakati dalam forum MABIMS menetapkan batas minimal tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar hilal dapat dinyatakan mungkin terlihat.
Kriteria ini sebagai acuan seragam penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Sebagian Masyarakat Indonesia Lebaran Hari Ini
Terkait adanya sebagian masyarakat yang telah lebih dahulu menyampaikan bahwa awal Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026, Arsad mengatakan bahwa perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan hijriah merupakan bagian dari dinamika yang telah lama dikenal dalam praktik keilmuan Islam.
Pemerintah menghormati metode yang digunakan oleh berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dalam menetapkan kalender ibadah.
Meski demikian, Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu hasil Sidang Isbat.
“Pemerintah mengajak masyarakat untuk menunggu keputusan Sidang Isbat sebagai rujukan bersama dalam penetapan awal Syawal,” papar Arsad.
“Jika ada perbedaan, kedepankan sikap saling menghormati dan menjaga persatuan. Hal itu penting dalam menyikapi dinamika penentuan hari raya,” tandasnya.
Muhammadiyah menetapkan awal bulan Syawal 1447 H tahun ini jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 M.
Hasil ini merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), mengutip situs resmi Muhammadiyah.
KHGT merupakan sistem kalender hijriah yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam secara global.
Sama seperti ormas Muhammadiyah, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Jawa Timur akan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026.
Perayaan Idul Fitri 2026 di lingkungan Ponpes Gontor ini sama dengan Muhammadiyah.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Pondok terbesar di Kabupaten Ponorogo itu pada Rabu (18/3/2026) lewat surat pengumuman yang tertuang pada MAKLUMAT No: 3/PMDG/k-01/IX/1447.
Maklumat ini ditandatangani oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Drs KH M Akrim Mariyat dan KH Hasan Abdullah Sahal Dipl AEd.
Sumber: SerambiNews.com