Kisah Tragis Pasangan Sesama Jenis, Bermula dari Menggoreng Pisang dan Berujung Kematian

Ruslan
1.126 view
Kisah Tragis Pasangan Sesama Jenis, Bermula dari Menggoreng Pisang dan Berujung Kematian
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Nasib nahas menimpa seorang wanita di Kecamatan Tombatu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, berinisial OR (22).

Wanita muda itu tewas di tangan kekasih sesama jenisnya, perempuan berinisial MW.

Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Wanea, Lingkungan 1, Kecamatan Wanea, Manado, Rabu (29/9/2021) sekira pukul 20.30 Wita.

Pelaku dan korban diketahui telah menjalin hubungan sesama jenis sejak 29 Juli 2021.

Selama ini, mereka tinggal bersama di kos yang menjadi lokasi pembunuhan.

Kronologi kejadian

Melansir dari Tribun Manado, Kapolsek Wanea, AKP Arie Najoan, mengatakan peristiwa itu bermula saat OR dan MW minum minuman beralkohol.

Kemudian, korban dan tersangka mulai berselisih paham untuk menggoreng pisang.

Pertengkaran mulut antara keduanya pun terjadi.

Korban lalu beranjak dari tempat tidur langsung keluar menutup pintu dari luar.

Setelah itu, korban kembali masuk ke kamar dan langsung memukul tersangka menggunakan kedua tangan.

Korban lalu mengambil sebuah gunting dari dalam lemari dan terjadi tarik menarik gunting tersebut.

Gunting tersebut akhirnya pindah tangan ke tersangka.

Seketika itu juga, tersangka langsung menikam korban di bagian dada sebelah kiri.

Minta tolong penghuni kamar lain

Melihat korban bersimbah darah, tersangka lalu meminta pertolongan penghuni kamar lain.

Saksi berinisial VT langsung menuju ke kamar tempat kejadian dan melihat korban sudah berlumuran darah.

VT pun langsung menelepon kendaraan jasa in drive dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Nahas, korban mengembuskan napas terakhirnya sebelum tiba di rumah sakit.

Motif cemburu

Kapolsek mengatakan, motif kejadian itu dilatarbelakangi kecemburuan.

Korban cemburu karena ada yang sering menelepon pelaku.

Sehingga, terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku hingga peristiwa itu terjadi.

"Jadi motif pembunuhan ini, di mana korban berperan sebagai laki-laki dan cemburu kepada pelaku," kata Kapolsek.

Sempat buat status kangen orangtua

RR, kakak korban mengatakan, adiknya merupakan sosok yang baik.

Bahkan, di tengah kesibukannya menyusun skripsi, korban berniat mencari pekerjaan untuk membantu orangtuanya.

"Dia juga sampaikan, nanti kakak kita berdua sama-sama saja di wisuda. Kalau mama dan papa tidak ada uang nanti dia yang bayar," kata RR, seperti dilansir Tribun Manado.

Sebelum tewas, korban sempat mengunggah status di media sosialnya.

Dalam statusnya itu, korban mengungkapkan rasa rindunya kepada ayah dan ibunya.

"Kemarin saya ada firasat lain, dia story Facebook bahwa dia kangen mama dan papa."

"Kemudian saya tanya tumben sampai story seperti ini, padahal biasanya dia tidak seperti itu," ungkapnya. (*)

Source: tribunnews.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)