Kisah Pilu, Terjebak Hutang Karena KTP Dipinjam Sahabat Untuk Pinjol

Ruslan
1.489 view
Kisah Pilu, Terjebak Hutang Karena KTP Dipinjam Sahabat Untuk Pinjol
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Kisah pilu dialami Leni (30) warga Kp Padasuka Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Jawa Barat, dia kini terlilit hutang yang cukup besar nilainya akibat membantu sahabatnya inisial EM.

Kepada datariau.com Leni membeberkan permasalahan berat yang saat ini dia alami, dimana persoalan itu berawal sekitar dua tahun silam, dia meminjamkan Kartu Tanda Pengenal (KTP) miliknya untuk sahabatnya inisial EM untuk mengajukan pinjaman uang.

"Dia pinjaman uang ke bank keliling (rentenir, red) dan memakai nama saya (KTP), dari nominal Rp 200 ribu, Rp 500 ribu, sampai jutaan rupiah," terang Leni.

Dia kehabisan akal untuk memita pengertian kepada sahabat yang telah dia bantu itu, karena sekian lama sahabat itu telah menghilang, saluran kontak komunikasi pun diblokir.

Akhirnya Leni berpikir untuk menuangkan persoalannya ini ke media massa, berharap sahabatnya itu bisa membaca dan juga bisa menjadi pelajaran untuk orang banyak, agar tidak bermudah-mudah meminjamkan KTP kepada orang untuk mengajukan pinjaman utang.

"Saya sangat-sangat memohon agar EM ada itikad baiknya terhadap saya. Karena di sini saya jadi korban, saya melunasi utang dia dengan cara tutup lobang gali lobang," terang Leni.

Awalnya, terang Leni, sahabatnya itu mengajukan pinjam atas nama dia sendiri, semakin hari semakin banyak pinjamannya di berbagai jasa pinjaman berbunga.

"Semakin hari dia kesulitan membayar, cari pinjaman lagi ke yang lain atas nama saya. Semakin sulit membayar terjadi percekcokan antara kami berdua, setelah itu dia tidak masuk kerja bahkan sampai tidak ada kabar lagi," terangnya.

"Saya telepon suaminya waktu itu, saya jelaskan semua permasalahannya, akhirnya suaminya datang menemui saya, janji suaminya mau membayar hutang istrinya, hasilnya nihil," lanjutnya.

Karena persoalan utang itu, lanjut Leni, dia semakin kesulitan menghubungi sahabatnya itu, ditelepon tidak dijawab, chating WhatsApp pung tidak dijawab dan diblokir.

"Selang 1 tahun kemudian saya hubungi EM melalui inbox Facebook, akhirnya EM mau nemuin saya. Datanglah dia ke rumah cari solusinya gimana biar bisa bayar hutang. Akhirnya kami cari pinjaman lagi buat nutupin utang EM. Setelah dapat pinjaman dia berjanji mau membayarnya setiap bulan, tapi ternyata dia malah menghilang lagi sampai sekarang tidak ada kabar," pungkas Leni. (red)

Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)