SIAK, datariau.com - Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Siak Dedik Boxer, menyoroti salah satu pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara, yakni PT IKPP Perawang.
Pabrik terbesar di Asia Tenggara ini, justru membuat Indonesia bangga, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Kenapa indonesia bangga?, Karena kontribusinya terhadap negara begitu besar melalui pajak.
"Tapi apakah membuat Provinsi Riau bangga dengan PT IKPP? Apakah membuat Kabupaten Siak bangga dengan PT IKPP? Kita kembalikan kemasyarakat Kecamatan Tualang?," kata Dedik Boxer.
Ketua MPC PP Siak menambahkan, apakah masyarakat Kecamatan Tualang bangga dengan adanya pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara ini?.
Dikatakannya, sebesar apa kontrubusi PT IKPP terhadap masyarakat Tualang?.
"Mari kita cermati satu persatu. Berapa banyak putra daerah tempatan yang dapat bekerja di PT IKPP ini?
Program apa yang dilakukan PT IKPP untuk membantu masyarakat Tualang?," ujarnya.
"Sesuai tidak dengan dampak lingkungan yang terjadi oleh PT IKPP di Kecamatan Tualang? Bagaimana udara yang tercemar oleh cerobong asap PT IKPP di Kecamatan Tualang?," ungkap Ketua MPC PP Siak.
Dijelaskan Dedik Boxer, bagaimana hasil pembakaran batu bara ribuan ton per hari di PT IKPP yang masyarakatnya terkena dampaknya?
Bagaimana dengan hasil tangkapan ikan nelayan sekarang ini setelah aliran sungai Siak diduga terkena dampak limbah PT IKPP yang mengakibatkan ekosistim sungai Siak rusak?
"Inilah yang kita soroti mengenai lingkungan disekitar PT IKPP. Sekarang kita coba soroti tentang masyarakat Tualang yang bekerja menjadi karyawan kontraktor di PT IKPP," ungkapnya.
Ketua MPC PP Siak itu juga tidak lupa menekankan perihal upah pekerja saat ini.

"Apakah gaji mereka sesuai UMR Kabupaten Siak? Apakah mereka berangkat kerja layak dianggap sebagai karyawan? Sementara mereka pergi bekerja dibawa menggunakan "mobil truk? yang seharusnya untuk membawa barang, justru bukan membawa manusia dan tidak dilengkapi dengan keselamatan sebagimana mestinya," ungkapnya.
Disampaikan Dedik Boxer lagi, di Riau terdapat salah satu lagi pabrik yang setara dengan PT IKPP, yakni PT RAPP. Jelas, PT RAPP lebih banyak berkontrIbusi terhadap masyarakat di lingkunganya, beberapa contoh karyawan kontraktor PT RAPP dibawa menggunakan bus.
Lanjutnya, PT RAPP jauh dari aliran sungai Siak dan tidak terdampak pencemaran limbah dari perusahaan.
"Tender limbah dan barang bekas bernilai ekonomis di PT RAPP masih di wajibkan memakai perusahaan putra daerah (tempatan) yang ada disana. Dan inilah salah satu kontribusi terbesar PT RAPP terhadap masyarakat tempatan," imbuhnya.
Ia mempertanyakan perihal tersebut, terus bagaimana dengan PT IKPP? Dimana tender limbah dan barang bekas yang ada di PT IKPP tidak di wajibkan memakai perusahaan daerah dan orang diluar Provinsi Riau pun dapat ikut tender membawa perusahaan.
"Dan kenapa perusahaan dan anak daerah tidak dilibatkan? Jadi, kalau ini terjadi apakah dapat dibilang kita menjadi penonton di daerah kita sendiri?," sebutnya.
"Saya selaku Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Siak menyampaikan opini ini kepada masyarakat Kecamatan Tualang. Saya mengajak masyarakat Tualang untuk menyelesaikan masalah ini bersama-sama," tutur Dedik Boxer.
"Kalau memang permasalahan ini menunjukan tidak adanya keadilan di Kecamatan Tualang, mari sama-sama kita lawan PT IKPP diduga tidak memberikan keadilan bagi masyarakat Tualang," tandasnya.
Selanjutnya, Pemuda Pancasila Kabupaten Siak siap menurunkan 3.000 massa (personil) dalam aksi damai dalam menuntaskan masalah ini. Apabila di dukung oleh masyarakat Tualang.
"Dan jikalau memang tidak adanya lagi keadilan di bumi yang kita pijak ini. Maka, mari kita bersama-sama menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Tualang. Sekian dan terima kasih bagi masyarakat Tualang yang kami cintai," ucap Dedik Boxer.
"Salam hormat Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Siak Dedik Boxer !!!," tutupnya.(rls)