SALO, datariau.com - Menindaklanjuti hasil rapat kerja beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol MM beberapa hari lalu, Kepala Dinas Pertanian bersama Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Jhon Mainir SP dan staf langsung kunjungi petani yang ada di Kecamatan Salo dan Kuok, Sabtu (28/5/2022).
Kegiatan ini sekaligus dalam rangka mendampingi tim ahli dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) terkait salah satu program kerja dari Pj Bupati Kampar menjadikan Negeri Serambi Mekkah-nya Provinsi Riau ini sebagai salah satu daerah swasembada beras.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar Nur Ilahi Ali SP MMA, didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Jhon Mainir SP.

"Saat ini kami bersama tim ahli dari BRIN melakukan pengecekan alat dan mesin yang tersedia di gudang kita, serta melakukan pengecekan irigasi, dan kami menemukan banyak sekali irigasi di daerah kita yang rusak dan juga debit air kurang baik," ungkapnya.
Lebih lanjut Nur Ilahi juga menyampaikan salah tujuan tim ahli dari BRIN ini adalah untuk menentukan dan menyesuaikan jenis benih padi yang cocok untuk kultur tanah, pengairan serta iklim yang ada di Kabupaten Kampar.

"Sesuai dengan target dari Pak Pj Bupati, dukung program ketahanan pangan, bahwa kedepannya Kampar ditargetkan akan punya 500 hektar padi unggul," tutup Nur Ilahi.
Sebelumnya, Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol MM dalam program 100 hari kerja ingin fokus dalam ketahanan pagan khususnya tanaman padi.
Sebagai tidak lanjut hal tersebut, Pj Bupati Kampar Dr Kamsol merencanakan akan melakukan pengolahan produksi padi seluas lebih kurang 500 hektar dengan sistem modern kerjasama BUMD.

Demikian disampaikan Dr H Kamsol MM didampingi Sekda Kampar Drs Yusri MSi, saat memimpin rapat kerjanya di ruang rapat Rumah Dinas Bupati Kampar, Jum'at (27/5/2022).
Selain Sekda Kampar, hadir dalam tapat tersebut Asisten I, II dan III, para Staf Ahli, Kepala Bappeda, Kadis Perdagkop dan UMK Hendri Dunan, Kadis Perkebunan Peternakan Syahrizal, Kadis Pertanian Nurilahi Ali, Kadis Pariwisata Zulia Dharma.
Pj Bupati Kamsol menjelaskan kedepan berencana akan melakukan program ini dengan menggunakan konsultan tersendiri yang pernah dilakukannya di Sulawesi sewaktu ia bertugas di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) RI.
"Kampar pun pernah mencoba komoditi padi ini, apalagi Kampar memiliki lahan yang luas dan subur, Insyaallah kita mampu bahkan melebihi dari yang kita laksanakan untuk 500 hektare ini," tutup Kamsol. (das)