Kabel USB Nyangkut di Penis Anak 15 Tahun, Kok Bisa?

Ruslan
155 view
Kabel USB Nyangkut di Penis Anak 15 Tahun, Kok Bisa?
Kabel USB yang nyangkut di penis pasien. Foto: Loufopoulos, et.al, Urology Case Report, 2021

DATARIAU.COM - Seorang anak berusia 15 tahun di Inggris terpaksa menjalani operasi gara-gara ada kabel USB nyangkut di penis miliknya.

Terdengar sedikit konyol memang, kasus ini telah dipublikasi dalam laporan ilmiah di jurnal Urology Case Report oleh sekelompok peneliti dari University College Hospital di London pada Jumat (10/9).

Kasus ini bermula ketika remaja yang tak disebutkan identitasnya itu melakukan “eksperimen seks.” Peneliti menjelaskan bahwa ia berupaya mengukur panjang penis dengan memasukkan kabel USB ke dalam uretra.

Ketika hendak dicabut, kabel itu nyangkut di dalam uretra dan membuatnya mengalami kencing darah.

“Mengikuti permintaannya untuk diperiksa tanpa ibunya, dia mengaku telah memasukkan kabel ke dalam uretranya untuk mengukur panjang penisnya yang dipicu oleh rasa ingin tahu seksual,” kata para peneliti dalam laporannya.

Karena berulang kali gagal untuk mencabut kabel USB yang nyangkut di penis, anak tersebut kemudian datang ke rumah sakit lokal untuk meminta pertolongan.

Dokter di rumah sakit lokal berupaya melepaskan kabel USB dari penis pasien menggunakan cystoscope. Ini merupakan peralatan medis berupa kamera kecil yang dibekali pisau atau laser. Namun, prosedur ini tidak dapat melepas kabel yang nyangkut karena ada simpul pada kabel USB.

Pada akhirnya, anak tersebut dirujuk ke Rumah Sakit University College London supaya mendapat penanganan yang lebih baik dan ditangani oleh petugas medis yang berpengalaman.

Di sanalah dia mengaku bahwa kabel USB itu nyangkut karena dia mau mengukur panjang penis.

Selanjutnya, para dokter di Rumah Sakit University College London menggunakan sinar-X untuk memastikan "posisi dan bentuk yang tepat dari simpul yang diformat.” Pasien lalu dibawa ke ruang operasi.

Untuk mengeluarkan kabel USB yang nyangkut, dokter membuat sayatan ke penis, memotong kabel menjadi dua, dan mengangkatnya. Setelah menjahit uretra dan penis, dokter kemudian memasukkan kateter sehingga urin bisa melewati area yang terdampak untuk sementara waktu agar bisa sembuh.

“Pemulihannya lancar, dan dia dipulangkan pada hari berikutnya dengan analgesia sederhana, antibiotik oral, dan kateter uretra dan suprapubik in situ,” kata para peneliti.

Dua minggu kemudian, dokter memeriksa area penis yang dioperasi. Mereka tidak menemukan kebocoran atau jaringan parut yang berlebihan, dan melepas kateter.