Husni Merza Ikuti Seminar Nasional Kota Pusaka Indonesia di Sawah Lunto Sumatera Barat

Hermansyah
545 view
Husni Merza Ikuti Seminar Nasional Kota Pusaka Indonesia di Sawah Lunto Sumatera Barat
Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM mengikuti Seminar Nasional Kota Pusaka Indonesia yang berlangsung di Kota Sawah Lunto, Sumtera Barat, Sabtu (17/9/2022) pagi.

Tujuan acara ini, kata Husni, dalam rangka memperkuat jejaring kota Pusaka dibawah wadah Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

?Hari ini kami hadir mengikuti acara seminar nasional dan diskusi JKPI di Kota Sawah Lunto, acara ini sangat bagus, bagaimana langkah-langkah kedepan menjaga kota pusaka ini lebih baik dan memilki efek ekonomi dalam pertumbuhan pariwisata di masing-masing daerah," kata Husni.

Husni menambahkan, seminar yang diikuti, sangat bermanfaat karena dihadiri seluruh Kementerian dan lembaga terkait yang nantinya, akan melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi Kabupaten Siak sebagai Anggota JKPI.

?Kita sangat apresiasi Pemerintah Sawah Lunto yang telah menyelengarakan acara ini dengan baik. Selain rapat juga ajang silaturahmi dengan sesama Agggota JKPI se-Nusantara. Kita berharap akan ada rekomendasi ditindaklanjuti, baik berupa program dan juga peningkatan anggaran dari Kementerian terkait," harap dia.

Wali Kota Sawah Lunto, Deri Asta mengucapkan selamat datang kepada undangan, anggota dan delegasi di Seminar JKPI di Sawah Lunto, dan merupakan kehormatan baginya, para jemputan dapat hadir.

?Atas nama Pemerintah Sawah Lunto kami mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan dan peserta Kota Sawah Lunto, sebuah kota kecil, tapi punya sejarah yang sangat besar, karena kota ini, menjadi sejarah revolusi dunia," kata Deri Asta.


"Dan revolusi industri pertama di Eropa, ditemukannya mesin uap itu, membutuhkan bahan bakar dari batu bara, dan disinilah yang menjadi tambang batu bara pertama terbesar di Asia Tenggara pada tahun 1800-an yang dibangun oleh Colonial Belanda,? paparnya.

Lanjutnya, seiring berjalannya waktu, Kota Kecil ini beralih fungsi, karena batu bara itu barang tambang yang habis. Tahun 1998 salah satu perusahan terbesar yaitu, PT Bukit Asam menghentikan tambangnya.

Dan pindah ke Tanjung Enim, sehingga Sawah Lunto hampir menjadi kota mati. Karena hampir 1/3 penduduk bekerja di tambang. Terjadi pergeseran penduduk yang luar biasa, Sawah Lunto pada masa itu terjadi penurunan jumlah penduduk, kota hidup karena ekonominya ada tambang, setelah tambang tutup hampir jadi kota mati.

?Tapi kita tidak putus asa, kita berkumpul dan bersepakat, kita beralih fungsi dari kota tambang menjadi kota wisata tambang," jelas Deri Arta.

"Dan ini berjalan, kita aktif, merelokasi dan merestorasi semua bangunan tambang itu, dan akhirnya pada tahun 2019 Sawah Lunto ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Inilah sejarah singat Sawah Lunto kota kecil kota industri yang sangat maju, sekarang menjadi kota tujuan wisata," ucapnya.

Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia juga Wali Kota Bogor, Bima Arya di JKPI kita saling belajar, saling momotivasi dan menginspirasi, momentumnya itu saling menginspirasi, meskipun peluangnya besar tetapi tantangannya banyak sekali.

?Barangkali ada pesan besar buat pemerintah pusat, barang kali catatan, harapan kita agar pemerintah pusat memberikan atensi, karena kalau kita semua all out, menjadikan wisata pusaka ini sebagai sumber utama devisa negara, maka pasti ceritanya akan beda,? kata dia.

Acara tersebut, diikut sebanyak 73 kabupaten atau kota yang tergabung dalam wadah Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).(rls/man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)