PELALAWAN, datariau.com - Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM mengikuti diskusi bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) membahas terkait Kolaborasi Program Percepatan Penurunan Stunting antara Pemerintah Daerah dengan Dunia Usaha.
Kegiatan tersebut, berlangsung di RGE Technology Center, Komplek Townsite I PT RAPP Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (28/2/2024).
Diskusi berlangsung hangat, Husni Merza berkesempatan memaparkan pencapaian yang di raih oleh Pemerintah Kabupaten Siak dalam upaya penurunan angka stunting sejak 2 tahun lalu.
Pemerintah Kabupaten Siak merasa terbantu dengan April Grub saat melakukan aksi konvergensi untuk penurunan stunting di Kabupaten Siak.
"Alhamdulillah, APRIL melalui Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta terus membantu di beberapa titik yang menjadi locus kami dalam penurunan stunting," kata Husni.
Ketua TPPS Kabupaten Siak itu, menyebutkan Pemerintah Kabupaten Siak tetap berkomitmen untuk terus tekan kasus stunting dari segala sisi agar angka stunting terus menurun.
"Dari segi anggaran, pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan hal yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan pemberantasan stunting, dari 214 miliar yang dianggarkan di tahun 2023 menjadi 239 miliar tahun 2024 ini," jelasnya.
Husni menambahkan Pemkab Siak menargetkan angka stunting di Kabupaten Siak berada dibawah angka 5 persen. Menurutnya, hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai, karena saat ini ada 1 kecamatan yang hanya memiliki 1 anak stunting. Hal itupun terjadi karena si anak memiliki penyakit bawaan.
"Alhamdulillah, dari 122 desa dan 9 kelurahan yang ada, 44 desa sudah zero stunting. Kami yakin dan percaya dengan dukungan APINDO, RAPP, Tanoto Foundation dan mitra APINDO dapat mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Siak di masa yang akan datang," ujarnya.
Wakil Bupati Siak tersebut, menjelaskan hal yang masih menjadi tantangan bagi pemerintah, yaitu memberikan pemahaman dan edukasi tentang apa itu stunting. Karena kebanyakan anak yang terkena stunting bukanlah berasal dari keluarga yang kurang mampu.
"Karena tanggungjawab sebagai kepala daerah yang diberi amanah, kami ingin memproduksi SDM yang berkualitas yang nanti akan ikut berkontribusi bagi daerah dan bangsa," imbuhnya.
Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani mengapresiasi usaha dan pencapaian Pemerintah Kabupaten Siak dalam penurunan angka stunting tersebut.
"Kabupaten Siak dapat menjadi contoh bagi daerah lain bagaimana kolaborasi yang baik terjalin antara pemerintah dengan dunia usaha," kata Shinta Widjaja.
"Cerita ini akan kami bawa agar dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk percepatan penurunan angka stunting. Dan mudah-mudahan target Pemkab Siak di angka 5 persen ini, dapat terwujud," pungkasnya.(***)