Habib Rizieq Shihab Jalani Swab Antigen, Apa Bedanya dengan PCR?

Datariau.com
151 view
Habib Rizieq Shihab Jalani Swab Antigen, Apa Bedanya dengan PCR?

DATARIAU.COM - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mendatangi Polda Metro hari ini. Lantaran hasil Swab-nya tidak dipublikasikan, maka dia pun menjalani tes swab antigen virus korona (Covid-19).

Setelah diketahui Habib Rizieq dalam kondisi negatif, polisi akan langsung melakukan pemeriksaan Habib Rizieq. "Negatif, sekarang sedang menjalankan pemeriksaan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus melalui pesan singkat.

Memang, tes antigen adalah salah satu tes yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drugs Administration/FDA) untuk mendeteksi covid-19. Melansir Mayo Clinic, Antigen bertujuan mendeteksi protein tertentu pada virus.

Tes ini yang sering dilakukan oleh para artis atau orang-orang penting secara mandiri. Caranya dengan menggunakan teknik usap hidung yang panjang untuk mendapatkan sampel cairan. Tes antigen dapat memberikan hasil dalam beberapa menit.

Dikarenakan lebih cepat dan murah dari PCR, tes antigen mungkin lebih praktis untuk digunakan pada banyak orang. Hasil tes antigen positif dianggap akurat jika petunjuk diikuti dengan cermat, tetapi tetap ada kemungkinan hasil bisa tidak akurat.

Artinya, ada kemungkinan terinfeksi virus tetapi memiliki hasil negatif. Oleh karena itu, dokter pun merekomendasikan tes PCR untuk memastikan hasil tes Antigen benar-benar negatif.

Sekadar informasi, tes Swab atau usap menjadi persyaratan penting yang wajib dilakukan selama pandemi virus corona (covid-19). Tes usap atau swab test ini dilakukan dengan mengambil sampel pada bagian nasofaring (hidung) dan orofaring (mulut) untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi covid-19.

Sementara untuk Polymerase Chain Reaction (PCR) atau yang biasa disebut tes molekuler. Tes covid-19 ini mendeteksi materi genetik virus menggunakan teknik lab yang disebut PCR. Sampel cairan diambil dengan memasukkan alat usap hidung (nasofaring) ke dalam lubang hidung dan mengambil cairan atau lendir.

Dalam beberapa kasus, alat usap panjang dimasukkan ke bagian belakang tenggorokan (orofaring), bisa juga dengan meludah ke dalam tabung untuk menghasilkan sampel air liur. Hasil mungkin tersedia dalam hitungan menit jika dianalisis di tempat. Tes PCR sangat akurat bila dilakukan dengan benar oleh profesional perawatan kesehatan.

Source: Okezone.com

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com