Foto Pilu Bung Karno Hadiri Pernikahan Rachmawati, Wajah Bengkak Hingga Berstatus Tahanan

Ruslan
2.312 view
Foto Pilu Bung Karno Hadiri Pernikahan Rachmawati, Wajah Bengkak Hingga Berstatus Tahanan
Foto: Wikimedia Commons
Presiden pertama RI, Soekarno menghadiri pernikahan anak ketiganya, Rachmawati dalam kondisi memilukan. 

DATARIAU.COM - Presiden pertama RI, Ir Soekarno menghadiri pernikahan anak ketiganya, Rachmawati dalam kondisi pilu. Dalam foto itu, wajah Bung Karno tampak bengkak hingga diketahui berstatus tahanan.

Rachmawati Soekarnoputri adalah salah seorang putri Soekarno dari istri ketiganya Fatmawati, yang menjahit Bendera Merah Putih dengan mesin jahit tangan.

Soekarno menikahi Fatmawati pada tahun 1942. Ketika itu Fatmawati masih berusia 20 tahunan dan ketika menikah Fatmawati diboyong tinggal ke Jakarta.

Pernikahan Soekarno dan Fatwamati dikaruniai lima orang anak yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.

Rachmawati Soekarnoputri yang meninggal dunia Sabtu (3/7/2021) saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Rachmawati Soekarnoputri memiliki nama lengkap Diah Pramana Rachmawati Soekarno. Ia lahir pada 27 September 1950. Rachmawati menjalani pendidikannya di Jakarta. Rachmawati sekolah di SD Perguruan Cikini, SMP Perguruan Cikini, dan SMA Santa Ursula Jakarta.

Usai lulus SMA, Rachmawati melanjutkan ke Universitas Indonesia di Fakultas Hukum. Rachmawati berkuliah S1 Hukum di Universitas Bung Karno pada tahun 2002 dan lulus meraih gelar Sarjana Hukum.

Rachmawati lalu melanjutkan kuliah S2 tahun 2017 dan meraih gelar Magister Hukum di kampus yang sama tahun 2020.

Semasa hidupnya, Rachmawati menikah sebanyak 3 kali. Pada pernikahan pertama itulah, Bung Karno menjadi wali nikah Rachmawati.

Pernikahan pertama Rachmawati digelar tahun 1969. Rachmawati secara resmi disunting dokter Martomo Pariatman Marzuki atau dikenal dengan panggilan Tommy.

Rachmawati dan Tommy sama-sama siswa di Perguruan Cikini. Tommy juga teman dekat Guntur dan Megawati.

Setelah kenal dekat sejak 1968, mereka memutuskan untuk menikah. Rachmawati meminta restu kepada Soekarno yang tengah menjalani tahanan rumah di Wisma Yaso. Rachma menunggu keputusan ayahnya selama sepekan.


?Tujuh hari lamanya Bapak berpikir dan berdoa, memohon petunjuk Tuhan Yang Maha Esa. Setelah seminggu itu Bapak mengatakan aku diizinkan menikah dengan Tommy. Sudah tentu Bapak menjadi waliku. Ada ketegangan dalam kegembiraan karena status Bapak saat itu,? kata Rachma dalam Bapakku, Ibuku.

Agar Soekarno bisa menjadi wali nikah, Rachma harus minta izin kepada penguasa Orde Baru, Soeharto. ?Rachma menulis surat ke Soeharto untuk memintakan izin Bung Karno,? kata Roso Daras, Sukarnois dan penulis buku-buku tentang Sukarno, dikutip dari Historia.

Soeharto mengizinkan Soekarno menjadi wali nikah Rachma, namun dengan pengawalan ketat tentara.

?Hanya sekadar memberi restu nikahan anak saja diperlakukan tidak hormat. Tidak boleh melambaikan tangan ke massa. Pengawalan dengan senjata otomatis. Memangnya mau kabur ke mana? Bung Karno orang sakit yang sedang menjemput ajal,? ujar Roso Daras.

Pernikahan itu jauh dari kemewahan, dalam kondisi yang amat prihatin. Pernikahan cukup berlangsung di rumah Ibu Fatmawati di Jalan Sriwijaya Kebayoran. Bung Karno menghadiri pernikahan Rachmawati dalam kondisi sakit ginjal yang parah.

Saat Bung Hatta datang ke pernikahan itu dan memberi selamat kepada Rachmawati. Tiba-tiba terbuka pintu ada beberapa tentara. di antara kerumunan tentara ada Bung Karno yang memakai jas hitam agak kedodoran dengan muka bengkak-bengkak datang ke pernikahan anaknya itu.

Ketika melihat kehadiran Bung Karno di sana, semua mata tertuju ke pintu. Beberapa orang meledak tangisnya termasuk Guntur. Hatta mengusap air mata dan tersedu-sedu melihat Soekarno.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)