PEKANBARU, datariau.com - Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Pekanbaru, Faisal Islami SH MKn, menegaskan pentingnya peran pemuda dalam setiap diskusi kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Forum Diskusi Pemuda bertajuk "Menakar Arah Kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam Perspektif Pemuda" yang digelar DPD KNPI Kota Pekanbaru di Hotel Grand Central Pekanbaru, Jum'at (23/1/2026).

Menurutnya, pemuda harus ditempatkan sebagai motor penggerak utama pembangunan di Kota Pekanbaru, bukan hanya sekadar pelengkap dalam setiap kebijakan pemerintah daerah.
“Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Anak-anak muda harus ikut terlibat aktif dan benar-benar hadir menjadi bagian dalam kemajuan kota,” kata Faisal.
Dijelaskan Faisal, dalam forum diskusi publik ini, KNPI Kota Pekanbaru membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kebijakan pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pembangunan infrastruktur kota. Isu-isu tersebut dinilai sangat dekat dengan kehidupan dan masa depan generasi muda Pekanbaru.
"Kami berharap ide dan kritik dari pemuda dapat memberikan perspektif baru dan membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Forum diskusi bersama Pemko Pekanbaru ini merupakan bagian dari komitmen KNPI untuk mengawal kebijakan publik agar tetap sejalan dengan aspirasi generasi muda dan kepentingan masyarakat Kota Pekanbaru.
“Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan adalah kunci. Dengan sinergi yang baik, kita bisa menciptakan generasi muda yang produktif, berdaya saing, dan berintegritas,” ujar Faisal Islami yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Pekanbaru.
Faisal mengungkapkan, keterlibatan pemuda sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan di Kota Pekanbaru. Mulai dari persoalan pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pembangunan infrastruktur.
“Pemuda memiliki segudang ide dan sudut pandang yang kritis. Masukan dari generasi muda sangat penting sebagai bahan evaluasi agar kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Faisal turut menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah kebijakan Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Agung Nugroho-Markarius Anwar, yang dinilai berpihak kepada masyarakat dan generasi muda. Diantaranya zero anak putus sekolah dan stunting.
"Program pro-rakyat Pak Walikota sekarang sangat kita apresiasi. Apalagi beliau (Agung Nugroho) dulu pernah menjadi Ketua KNPI. Jadi kami optimis Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Pak Agung Nugroho akan terus melibatkan peran pemuda dalam setiap kebijakan," tutupnya.

DPD KNPI Kota Pekanbaru mengundang dua pemateri dalam forum diskusi publik tersebut, yakni Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru Datuk Seri Rizky Bagus Oka dan Dr Tito Handoko SIP MSi selaku dosen/akademisi UNRI, serta dihadiri Plt Kadisdik Kota Pekanbaru Syafrian Tommy.
Kedua narasumber tersebut ikut memaparkan pandangan terkait arah kebijakan daerah dari perspektif adat, sosial, dan akademik. (end)