PEKANBARU, datariau.com - Eco Next Gen, kelompok yang diinisiasi oleh Green Leadership Indonesia Batch 4 di bawah naungan Institut Hijau Indonesia, mengadakan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga di RT 1/RW 1, Kelurahan Tobek Gadang, Pekanbaru. Kegiatan ini merupakan bagian dari Urban Green Innovation Festival dengan nama kegiatanEco Friendly Innovation Campaign.
Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai metode inovatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan, seperti penggunaan Ecobrick, pembuatan Lubang Biopori, pemanfaatan Magot untuk penguraian sampah organik, serta pembuatan Ecoenzym dari sisa sayuran.
Salah satu kegiatan menarik yang dilakukan dalam sosialisasi ini adalah praktik langsung pembuatan Ecoenzym, sebuah cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik seperti sisa sayuran dan buah.
Para peserta diajarkan cara sederhana untuk memanfaatkan sisa dapur mereka agar dapat diubah menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat, seperti pembersih alami, pupuk, hingga pengusir hama.
Selain itu, Eco Next Gen juga memperkenalkan konsep Ecobrick, di mana sampah plastik dikemas dalam botol plastik untuk kemudian digunakan sebagai bahan bangunan alternatif. Metode ini dinilai efektif dalam mengurangi sampah plastik yang sulit terurai.
Pembuatan Lubang Biopori juga menjadi salah satu solusi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini. Lubang ini berfungsi untuk meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, mengurangi genangan air, serta mempercepat proses penguraian sampah organik di sekitar rumah.
Yang tak kalah menarik, para peserta juga diperkenalkan dengan Magot atau larva dari lalat tentara hitam (Black Soldier Fly), yang dikenal efektif dalam menguraikan sampah organik dan menghasilkan pupuk organik berkualitas.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata mereka selama menempuh pendidikan di Green Leadership Indonesia Batch 4 yang disebut GROW (Green Innovation Week), yang dirancang untuk mengimplementasikan inovasi hijau ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Kami ingin masyarakat lebih sadar tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas sehari-hari," ujar Imam Yoemi Azizselaku ketua Eco Next Gen kepada datariau.com melalui rilis, Rabu (11/9/2024).
Warga Kelurahan Tobek Gadang menyambut baik sosialisasi ini dan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka menyadari bahwa langkah-langkah kecil seperti ini dapat memberikan dampak besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di lingkungan perkotaan. Hariadi selaku Ketua RT setempat merasa senang dengan adanya sosialisasi pengelolaan sampah ini.
"Seperti yang kita ketahui bahwa sampah plastik butuh waktu yang lama untuk terurai, dengan adanya pemaparan pengelolaan sampah ini kami medapatkan pengetahuan untuk membuat produk Ecobreak dari plastik dapat mengurai sampah plastik. Begitu juga dengan sampah organik yang diolah menjadi Ecoenzym yang sangat berguna khusus bagi ibu-ibu rumah tangga. Dengan adanya acara ini, Eco Next Gen berharap masyarakat dapat menerapkan metode-metode pengelolaan sampah yang telah diajarkan, serta turut serta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah Pekanbaru," katanya.
Institut Hijau Indonesia melalui program-program seperti ini terus berkomitmen mencetak generasi muda yang peduli lingkungan dan mampu mengembangkan solusi inovatif guna mengatasi tantangan perubahan iklim serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan.***