Dulu Ditakuti Karena Berduri, Kini Kelapa Sawit Menjadi Sumber Penghasilan Masyarakat Riau

datariau.com
1.946 view
Dulu Ditakuti Karena Berduri, Kini Kelapa Sawit Menjadi Sumber Penghasilan Masyarakat Riau
Foto: Abdul Rasid
Tampak truk mengangkat buah kelapa sawit hasil panen di Kabupaten Rokan Hilir.

ROHIL, datariau.com - Awalnya masyarakat sangat begitu elergi bertani kelapa sawit dengan alasan tidak masuk akal dikarenakan tumbuhan tersebut dari sekujur batang hingga terakhir mencapai buah dipenuhi duri.

Terkhusus di Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rohil Provinsi Riau, pada zamanya Orde Baru Pemerintah Pusat tak tanggung-tanggung memfasilitasi secara keseluruhan bagi masyarakat transmigrasi luar Sumatera dari mulai pembagian lahan, biaya perawatan kebun, pangan serta tempat tinggal bagi mereka warga Transmigrasi.

Keberhasilan yang didapat khususnya bagi warga Transmigrasi dalam membudidayakan bertani kelapa sawit spontan membius masyarakat luas baik perorangan, pribadi, bahkan PT juga PTPN yang sampai hari ini lebih mendominasi berkebun kelapa sawit.

"Begitu juga halnya bagi kami masyarakat Tanjung Medan yang tidak ingin menyisakan tanahnya dan dibiarkan kosong begitu saja baik itu daratan bahkan rawa-rawa sama sekali pun kami upayakan untuk ditanami pohon kelapa sawit," kata Abdul Wahid, warga Dusun Pondok Cabe Jaya Kepenghuluan Akar Belingkar Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rohil ketika dijumpai datariau.com pada Jumat (13/1/2023).

Diceritakanya bahwa tumbuhan kelapa sawit memiliki keistimewaan tersendiri ketimbang tumbuhan lainya yang belum tentu dapat bertahan hidup di dua tempat seperti darat dan rawa.

Kemudian, secara mekanismenya sangat mudah untuk dirawat kerena tumbuhan kelapa sawit merupakan tumbuhan tergolong yang bandel dan tidak mudah terkena penyakit, apa lagi perawatanya memang terjaga.

Berangkat dari pengalaman tersebut, maka kini hampir seluruh masyarakat Tanjung Medan Kabupaten Rohil memiliki lahan sawit dan kini tidak lagi takut dengan duri-durinya.

Selain itu, sungguh tidak terbantah kalaulah para investor yang dengan begitu semangatnya mendirikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan daya pengolahan kapasitas yang bervariasi di berbagai daerah.

"Untuk Kecamatan Tanjung Medan saja sepengetahuan saya ada 4 Pabrik Kelapa Sawit yang masing-masingnya 1 unit milik PT LTS ADE, kemudian 1 unit milik PTPN V Kebun Tanjung Medan selebihnya milik perorangan namun berstatus PT," terangnya.

"Sementara satu unit lagi persisnya di Kepenghuluan Sei Meranti Kecamatan Tanjung Medan yang sampai hari ini masih terus digesa pembangunannya," lanjut Abdul Wahid.

Dikatakannya, secara otomatis pertumbuhan ekonomi masyarakat Tanjung Medan semakin mapan, hanya saja yang menjadi permasalahan besar saat ini terkait kendala infrastruktur yang memprihatinkan.

"Harapan kami kepada pihak terkait baik itu DPRD sebagai perwakilan masyarakat juga Pemkab Rohil dan Pemprov Riau dapatlah untuk menindaklanjuti apa yang menjadi permasalahanya yang seharusnya kelancaran roda perekonomian masyarakat dapatlah sejalan dengan baiknya infrastruktur setempat," pintanya. (ras)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)