Dua Faktor Penyebab Garuda Alami Kebangkrutan

Ruslan
1.495 view
Dua Faktor Penyebab Garuda Alami Kebangkrutan
Foto: Net

DATARIAU.COM - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, saat ini Garuda Indonesia dalam keadaan technically bankrupt atau bangkrut secara teknis.

Per September 2021, ekuitas Garuda Indonesia negatif US$ 2,8 miliar atau sekitar Rp 40 triliun dengan tambahan ekuitas tiap bulannya mencapai US$ 100-US$ 150 juta atau sekitar Rp 1,5- Rp 2 triliun.

Menurut Kartika, buruknya kondisi keuangan ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, tata kelola korporasi yang buruk. Operasional pesawat bahkan digunakan untuk kepentingan pribadi, dan adanya skandal laporan keuangan fiktif di 2018.

?Permasalahan korupsi mulai kerja sama yang memberatkan perusahaan, mark up nilai pesawat, serta kasus penerimaan suap dan pencucian uang pada 2011 hingga 2012,? kata Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (9/11/2021).

Kartika menambahkan, Garuda Indonesia juga memiliki kontrak dengan lessor untuk penyewaan pesawat dengan biaya lebih tinggi dibandingkan maskapai lain di dunia. Berdasarkan laporan Bloomberg, proporsi biaya kontrak lessor dibandingkan pendapatan Garuda mencapai 24,7% atau empat kali lebih besar di atas rata-rata global.

Penyebab kedua, kondisi ini kemudian diperparah dengan pandemi Covid-19 yang menurunkan pendapatan Garuda hingga 70% pada 2020. Padahal di akhir 2019, pendapatan bulanan Garuda sempat menyentuh US$ 235 juta, kemudian anjlok hingga tersisa US$ 27 juta per bulan, dan saat ini berada di US$ 70 juta.

"Setiap kali ada pengetatan mobilitas, memang ada dampak langsung kepada Garuda. Di Desember 2020 pernah mencapai US$ 100 juta, kemudian mobilitas diketatkan lagi dan pendapatan turun. Ini yang membuat sulit memprediksi cash flow Garuda,? kata Kartika.

Dua faktor inilah yang menurutnya jadi biang keladi kebangkrutan Garuda. ?Saya sering ditanya, Garuda ini kinerjanya turun karena apa? Karena korupsi atau Covid-19? Ya dua-duanya, bukan salah satu. Keduanya sama-sama membuat kondisi Garuda saat ini tidak baik,? kata Kartika. (*)

Sumber: BeritaSatu.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)