Camat Wusama Ternyata Otak dan Penyandang Dana Aktivitas KKB di Yahukimo Papua

Ruslan
215 view
Camat Wusama Ternyata Otak dan Penyandang Dana Aktivitas KKB di Yahukimo Papua
Foto: tribunnews
Oknum Camat di Papua atau biasa disebut sebagai kepala distrik, jadi otak penyerangan KKB Papua yang membunuh warga sipil dan aparat keamanan di Yahukimo. 

DATARIAU.COM - Aksi penyerangan secara brutal oleh KKB Papua di Yahukimo baru-baru ini, ternyata diotaki oknum ‘Camat’ atau di Papua disebut sebagai kepala distrik.

Oknum yang bersangkutan berinisial EB, sehari-harinya mengemban tugas sebagai kepala distrik Wusama.

Sampai saat ini Papua terbagi dalam distrik-distrik. Distrik-distrik itu setara camat untuk daerah lain di luar Papua.

Dalam kasus di Yahukimo, terungkap kabar bahwa oknum kepala distriklah yang menjadi otak penyerangan dan pembunuhan warga di daerah itu.

Dalam kasus tersebut, EB yang menjadi Kepala Distrik Wusama diduga meminta KKB Papua untuk melancarkan serangkaian aksi pembunuhan terhadap warga sipil dan aparat keamanan di daerah itu.

Dalam kasus itu, Satgas Nemangkawi telah meringkus 8 orang termasuk EB yang merupakan sutradara peristiwa pada Jumat 27 Agustus 2021.

Dari pemeriksaan itu, 4 oknum langsung ditetapkan sebagai tersangka.

"EB yang merupakan Kepala Distrik Wusama berperan sebagai otak dan penyandang dana untuk aktivitas KKB."

Hal ini diungkapkan Kepala Satgas Nemangkawi, Kombes Pol Faizal Ramadhani.

Selain EB, lanjut Faisal, ada juga warga berinisial EH. EH merupakan sopir yang saban hari mengantar segala keperluan untuk kelompok separatis tersebut.

Sedangkan Y merupakan keponakan EB yang berperan untuk menyiapkan keperluan logistik KKB.

Sosok lain adalah YH, anggota KKB yang kerap ikut langsung dalam berbagai aksi, termasuk pembunuhan empat pekerja bangunan di Kampung Bingky, Distrik Seradala, pada 29 Juni 2021.

YH juga terlibat dalam aksi pembunuhan dua pekerja PT Indo Papua di Jembatan Kali Brazza pada 23 Agustus 2021.

Meski para tokoh KKB sudah dikenali, yaitu Tenius Gwijangge, Senat Soll, dan Temianus Magayang, tetapi aparat kesulitan melacak keberadaan KKB.

Beruntung, mereka mendapat informasi dari salah satu warga mengenai adanya sebuah kendaraan roda empat yang mencurigakan.

"Jadi ada satu mobil berwarna hitam yang suka mondar-mandir dari Dekai ke lokasi kejadian (jembatan Kali Brazza), ketika dilacak kendaraan tersebut justru melintas di depan Mapolres Yahukimo dan langsung digiring masuk ke dalam," ujar Faizal di Jayapura, pada Senin 30 Agustus 2021.

EH, sopir kendaraan tersebut, kemudian diperiksa oleh penyidik Polres Yahukimo.

Dari pemeriksaan diketahui, ada belasan orang yang terkait dengan KKB tengah berada di rumah Kepala Distrik Wusama, EB, di Dekai.

Faizal yang sempat berada di Dekai hingga 28 Agustus 2021 memerintahkan tim gabungan melakukan penangkapan pada Jumat 27 Agustus 2021 malam sekitar pukul 20.00 WIT.

Namun sayang, sekitar lima orang melarikan diri saat penangkapan.

"Jadi ada dua bangunan di kediaman EB, rumah di bagian depan dan honai di belakangnya. Delapan orang yang berada di rumah berhasil kita amankan semua, lima orang yang di honai kabur," kata dia.

Empat tersangka ini dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Ancaman hukumannya, pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Siagakan 300 Aparat

Setelah penangkapan empat terduga afiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KK), sebanyak 300 aparat kepolisian disiagakan di Markas Kepolisian Resor Yahukimo, Papua.

"Untuk antisipasi, sudah ada 300 personel yang melakukan pengamaman di Yahukimo," kata Kasatgas Penegakan Hukum Nemangkawi Kombes Faisal Ramadhani di Jayapura, Selasa 31 Agustus 2021.

Penebalan pasukan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan pascapenetapan tersangka terhadap empat orang tersebut.

Disinggung soal berapa kelompok KKB yang berencana melakukan penyerangan ke Mapolres Yahukimo, Faisal mengatakan ada tiga kelompok.

"Kelompok ini adalah Senap Soll, Tenius Gwijangge, dan Temianus Magayang. Mereka ada sekitar 40an orang," ujarnya.

Faisal mengatakan, terungkap juga atas pemeriksaan salah satu tersangka bahwa kelompok KKB tersebut memiliki 19 pucuk senjata api.

"Mereka (KKB) ingin menyerang Mapolres agar proses pemeriksaan empat tersang dihentikan," ujarnya.

Sebelumnya, KKB Papua pimpinan Tendius Gwijangge menembak mati dua pekerja PT Indo Papua di Yahukimo, Minggu 22 Agustus 2021.

Tak hanya menembak mati 2 pekerja bernama Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pamuji, anggota KKB Papua juga membakar tubuh korbannya di dalam mobil.

Kejadian tragis itu berlangsung di saat kedua pekerja pembangunan jembatan Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua itu mengantar tiga warga sipil ke Kali Yegi.

Menurut, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, kejadian berlangsung sebelum pukul 15.00 WIB.

"Pukul 15.00 WIT datang Kepala Desa Kiribun ke Camp Induk Indo Papua untuk memberi tahu bahwa dirinya telah diberi tahu oleh anak Kampung Kiribun bahwa mereka melihat ada dua orang yang dibakar bersama mobil di kali Brazza Jalan Gunung," tutur Kamal di Jayapura, Senin 23 Agustus 2021 pagi.

Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Yahukimo, dan diterima langsung Kasat Reskrim Ipda Rony Samory, sekira pukul 15.41 WIT.

Selanjutnya, personil gabungan Polres Yahukimo, Brimob Yon A BKO Polres Yahukimo serta Tim Satgas Gakkum Nemangkawi bergerak menuju lokasi kejadian.

"Pukul 17.43 WIT personil gabungan tiba di TKP. Didapati kendaraan Jenis Hilux double cabin yang diduga milik PT Indo Papua telah hangus terbakar dan di dalamnya terdapat dua korban yang hangus ikut terbakar," kata Kamal.

Kamal lalu melanjutkan, tim mengamankan lokasi kejadian serta melakukan penyisiran.

Kemudian, kedua jenazah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk dilakukan pemeriksaan medis, pukul 18.45 WiIT.

Sementara kasus ini tengah ditangani Satuan Reskrim Polres Yahukimo bersama Satgas Nemangkawi.

"Diduga setelah di bunuh, kedua Korban dibakar bersama mobil yang dikendarainya oleh KKB," kata Kamal.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, menegaskan hal serupa.

"Diduga setelah dibunuh, kedua korban dibakar bersama mobil yang dikendarainya oleh KKB," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Senin 23 Agustus 2021.

Fakhiri memastikan telah mengirim Direskrimum Polda Papua Kombes Faisal Ramadhani untuk memeriksa lokasi kejadian.

Ia menduga pelaku adalah KKB pimpinan Tendius Gwijangge yang dalam satu minggu terakhir aktif melakukan aksi di Dekai.

"Kalau itu berkaitan ke sana, kemungkinan itu ada, karena kita belum secara detail melakukan penyelidikan. Saya biarkan teman-teman dari Polda, Polres, dan Nemangkawi untuk ke sana dan Pak Dirkrimum sudah sampai di sana," kata dia.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti berupa satu buah anak panah, satu unit ponsel, dan satu unit mobil Hilux Double Cabin dalam kondisi hangus terbakar.

Fakhiri memastikan belum akan ada pengiriman pasukan pasca insiden tersebut karena sudah ada dua pleton Brimob dan tim Penegakan Hukum (Gakum) Satgas Nemangkawi di Dekai. (*)

Source: tribunnews.com