Bupati Kampar Ikuti Teleconfrence Bersama Presiden RI Joko Widodo

Admin
51 view
Bupati Kampar Ikuti Teleconfrence Bersama Presiden RI Joko Widodo

PEKANBARU, datariau.com - Bertempat di Aula Serindit Gedung Daerah Provinsi Riau Pekanbaru, Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH bersama Gubernur Riau Drs Syamsuar MSi mendengarkan arahan Presiden RI terkait dengan penanganan Covid-19 di Indonesia serta peningkatan ekonomi nasional, Senin (17/5/2021).

Selain dihadiri langsung Bupati Kampar, Gubernur Riau juga didampingi oleh Forkopimda Riau, para asisten di lingkungan Pemprov Riau juga diikuti secara virtual oleh para Gubernur dan Forkopimda Provinsi, Walikota/Bupati dan Forkopimda Kabupaten se-Indobesia.

Dalam arahan Presiden RI Joko Widodo menyatakan, kepala daerah harus mengetahui perkembangan dan data serta kondisi daerah terkini dalam penanganan wabah covid-19.

"Sehingga kita tahu mau berbuat apa, kebijakan yang akan diambil maupun terhadap penanganan, saya melihat ada kenaikan 38 sampai 198 persen, indek ini mengkhawatirkan kita," kata Joko Widodo yang didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan beberapa menteri.



"Saya meminta agar seluruh wilayah harus hati-hati, bukan saja memandang dari sisi ekonomi tapi lebih memperhatikan kesehatan dengan penerapan protokol kesehatan. Jika ini dapat beriringan tentunya lebih baik ekonomi meningkat namun penyebaran angka Covid-19 berkurang, harapan kita semoga kedua ini dapat berjalan ke arah yang lebih baik," harap Presiden Joko Widodo.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi, kata Jokowi, untuk tahun 2021 pada quartal 1 pertumbuhan ekonomi baru minus 074 jauh meningkat jika dibandingkan pada awal tahun Pendemi tahun 2020.

"Kita terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata Joko Widodo lagi.

Bupati Kampar mengikuti secara seksama arahan dari Presiden dan Mendagri.

"Insya Allah kita siap untuk mengikuti seluruh arahan, himbauan dan instruksi yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, ini semua untuk kebaikan seluruh masyarakat dan pulihnya kesehatan maupun ekonomi masyarakat," kata Catur Sugeng Susanto.



Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan sudah 2 tahun Covid-19 dihadapi, berbagai formula telah dilakukan oleh negara untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

"Di sisi lain kita juga membangkitkan ekonomi dan pemulihan, disamping pemulihan sektor kesehatan yang paling utama," kata Tito.

Sampai saat ini Covid-19 belum dapat dibendung, bahkan cenderung meningkat di beberapa negara, Indonesia tidak ingin seperti apa yang terjadi di negara India dan negara lainnya, dengan pemberlakuan PPKM secara mikro rasanya cukup efektif untuk menghindari penyebaran Covid-19.

"Ditambah lagi dengan peniadaan mudik, kunci semua ini adalah kekompakan mulai dari pusat sampai daerah," tutup Tito Karnavian. (das/kmf)