Bupati HM Adil Ajak Riau Science Park Sebagai Patner Dalam Mengembangkan Potensi di Meranti

Ruslan
350 view
Bupati HM Adil Ajak Riau Science Park Sebagai Patner Dalam Mengembangkan Potensi di Meranti
Foto: Syahputra
Bupati HM Adil Ajak Riau Science Park Sebagai Patner Dalam Mengembangkan Potensi di Meranti.

KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - Bupati Meranti H Muhammad Adil SH Ikuti acara program Klinik Desa Mewujudkan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Desa yang Terintegrasi Serta Percepatan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan di Desa di Gedung Aula Hijau Kantor Bupati, Selasa (22/06/2021).

Pada kesempatan itu Bupati H Muhammad Adil SH yang berperan juga sebagai Ketua DPC PKB Meranti menyampaikan dalam acara tersebut bahwa, tantangan terbesar pemerintah ditengan pandemi saat ini adalah bagaimana menciptakan inovasi untuk mengatasi dampak wabah covid-19 yang berimbas dan pada aspek perekonomian pembangunan daerah. Persoalan ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita bersama. Untuk itu, diperlukan suatu terobosan inovasi agar semua pihak dapat secara bersama-sama berkolaborasi mendukung ketahanan daerah dan percepatan pembangunan ekonomi dan sosial di Kabupaten Kepulauan Meranti yang kita cintai ini.


Melihat kondisi kepulauan meranti didominasi oleh wilayah perdesaan, tentu Desa yang memiliki peran dan porsi yang sangat besar dalam menentukan kemajuan kepulauan meranti. Namun saat ini, ketimpangan pembangunan antara wilayah perdesaan Diperlukan perkotaan memprihatinkan. dan masih cukup upaya-upaya terintegrasi pembangunan pembangunan daerah dan kebijakan pembangunan Desa yang disusun oleh pemerintah desa bersama antara kebijakan masyarakat.

Melihat fenomena tersebut, saya memberikan apresiasi kepada Bappeda Kepulauan Meranti yang telah menginisiasi sebuah inovasi Pembangunan daerah dan desa yang terintegrasi, yang kemudian diberi nama "KLINIK DESA". Klinik Desa merupakan wadah layanan yang dapat dimanfaatkan bagi stakeholder di tingkat Desabdalam pengintegrasian perencanaan pembangunan Desa dan pembangunan Daerah yang disebut Klinik Perencanaan.

Selanjutnya, Unit Layanan Klinik Desa juga menjadi wadah pengembangan potensi ekonomi lokal/kerakyatan ditingkat desa yang dikelola oleh Unitbusaha BUMDES, UKM dan UMKM yang disebut Klinik BUMDesa. Salahsatu wujud dari program inovasi Klinik Bumdes dan sejalan dengan program prioritas Presiden Jokowi untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan, pada hari ini kita kedatangan rombongan dari Riau Sains Tekno Park.

"Riau Sains Tekno Park merupakan wadah pengembangan inovasi dan teknologi untuk

mendukung pertumbuhan ekonomi terutama bagi ekonomi kerakyatan seperti UKM, UMKM dan BUMDES. Kami sangat bersyukur, terman-teman dari Riau Sains Tekno Park bersedia untuk memberikan transter ilmu dan pengetahuan dalam mengembangkan potensi yang ada di kepulauan meranti," harap H Muhammad Adil SH.

"Besar harapan kami, Riau Sains Tekno Park dapat menjadi partner untuk terus berkolaborasi dan mengembangkan inovasi-inovasi yang didasarkan pada potensi-potensi yang ada di kabupaten kepulauan meranti," ungkap H Muhammad Adil SH.

Kemudian Pihak Riau Science Techno Park juga menyampaikan beberapa paparan terkait Desa, saya mendapat informasi bahwa Meranti ini adalah tanah gambut karna saya melihat banyak warga yang mandi memakai air merah, air merah tersebut bisa menjadi putih dengan memakai teknologi Mix Kaolin pada instalasi air gambut BUMdes (PAG BUMdes).

Kemudian Sopyian Hadi selaku narasumber dari Riau Science Park langsung melakukan demo dilokasi acara tersebut dan menampilkan beberapa cuplikan video bagai mana proses air gambut yang merah hingga menjadi air putih alias jernih dengan dicampur dengan bahan Mix Kaolin.

"Kita siap membantu Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menciptakan air merah menjadi air bersih dan ini tidak berlaku pada air bor karna mengadung kadar asin," ungkapnya.

"Kemudian untuk bahan Mix Kaolin itu sendiri terbuat dari bahan Zat tanah, untuk harga bekisar Rp 300.000, Saya melihat Kabupaten Kepulauan Meranti banyak sekali pontensi dari segi kuliner mulai dari ikan, sagu dan lainya, yang harus dikembangkan untuk menjadi suatu chiri khas di Meranti," ungkap Sopyan Hadi. (put)

Penulis
: Syahputra
Sumber
: Datariau.com
Tag:Meranti
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)